Juru bicara TKN Arya Sinulingga. MI/M Irfan.
Juru bicara TKN Arya Sinulingga. MI/M Irfan.

Prabowo dan Tim Diyakini Nihil Bukti Kecurangan

Pemilu bawaslu pemilu serentak 2019
M Sholahadhin Azhar • 20 Mei 2019 15:54
Jakarta: Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin mengapresiasi putusan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang menolak laporan dugaan kecurangan kubu 02. Juru bicara TKN Arya Sinulingga menyebut putusan itu membuktikan kubu penantang tak punya bukti yang kuat.
 
"Ini yang sejak awal saya ragukan bahwa mereka punya data sebenarnya," kata Arya di Jakarta, Senin, 20 Mei 2019.
 
Baca juga: Bawaslu Bantah Tak Adil

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Arya menilai wajar laporan dugaan kecurangan itu ditolak Bawaslu. BPN, kata dia, tak menghadirkan bukti konkret di persidangan. Arya melihat tudingan kecurangan yang dialamatkan kepada pasangan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin tak berdasar.
 
Politikus Partai Perindo itu menyebut BPN seharusnya mengonfirmasi data dugaan kecurangan yang mereka punya ke KPU. Sehingga, KPU bisa memperbaiki data tersebut.
 
"Misalnya, ada data KPU yang salah, dia buktikan data dari pihak mereka, itu enggak pernah," kata Arya.
 
Ia menilai, apa yang dilakukan kubu penantang selama ini hanya mengotak atik data atau angka dari pihak penyelenggara. Hal tersebut yang membuat mereka menghindar jika ditanya soal data kecurangan.
 
Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) memutuskan menolak laporan juru bicara BPN Dian Islamiati Fatwa. Laporan atas tuduhan pelanggaran administrasi pemilu oleh Paslon 01 itu dimentahkan lantaran bukti dianggap tak konkret.
 
Bawaslu menilai link berita yang diberikan Dian bukan bukti autentik menjadi acuan dari tudingan kecurangan. Bukti yang diberikan juga dinilai tak memenuhi syarat minimal pencantuman bukti tuduhan untuk kategori calon presiden.
 
Baca: Kubu Prabowo Diminta Menerima Putusan Bawaslu
 
Bukti yang diberikan pelapor dinyatakan tidak mewakili setengah keseluruhan provinsi di Indonesia. Untuk itu, Bawaslu memutuskan menolak laporan dari Dian. Bukti yang dilaporkan Dian dinyatakan tidak konkret.
 

(DRI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif