Caleg Berperan Besar Dongkrak Suara Partai
Suasana diskusi bertajuk 'Partai Dalam Garis Ambang Batas' . Foto: Medcom.id/Faisal Abdalla.
Jakarta: Caleg masih berperan penting dalam Pemilu legislatif 2019. Caleg bisa mendongkrak suara partai agar lolos ambang batas parlemen (parliamentary threshold) sebesar 4 persen.
 
Direktur Ekskutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini menilai pertarungan Pileg 2019 akan sangat sengit lantaran ambang batas parlemen meningkat, namun jumlah partai peserta pemilu semakin banyak.
 
"Logikanya, jika peserta pemilunya semakin banyak, maka suara pemilih akan semakin tersebar. Dengan ambang batas 4 persen, maka bisa dipastikan pertarungan Pileg ini akan sangat sengit," kata Titi dalam diskusi bertajuk 'Partai Dalam Garis Ambang Batas' di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 27 Oktober 2018.
 
Berdasarkan hasil survei Populi Center, hanya ada lima partai yang diprediksi berada di atas garis ambang batas, yaitu PDI Perjuangan, Partai Gerindra, Partai NasDem, Partai Golkar, dan PKB. 11 partai lainnya tidak memenuhi persyaratan ambang batas.
 
Menurut Titi, partai politik harus kerja keras untuk mengejar ambang batas. Salah satu kunci untuk mendongkrak suara partai berada di tangan caleg. Sebab, dalam Pileg, pemilih boleh mencoblos logo partai, maupun langsung mencoblos nama caleg, ataupun keduanya.
 
"Jadi bisa saja pemilih tidak begitu suka dengan partai A, namun suka dengan caleg dari partai A, dia akan tetap mencoblos caleg dari partai A tersebut, maka suaranya tetap sah," kata Titi.

Baca: Ambang Batas Parlemen 4 Persen Disebut Menyulitkan Parpol


Titi merujuk fenomena Pemilu 2014 dimana partai-partai yang berdasarkan hasil survei berada di bawah ambang batas, namun lolos ke paremen pada hasil resmi pemilu legislatif.
 
"Maka kepada partai-partai yang berdasarkan hasil survei belum 4 persen masih punya harapan, ini juga tergantung caleg-caleg turun ke bawah mengambil simpati warga," ujarnya.





(FZN)

metro tv
  • OpsiOpsi
  • kick andyKick Andy
  • economic challengesEconomic Challenges
  • 360360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id