PSI: Prabowo-Sandi Banyak Jargon Tak Tawarkan Program

Whisnu Mardiansyah 07 Desember 2018 14:59 WIB
pilpres 2019Prabowo-Sandi
PSI: Prabowo-Sandi Banyak Jargon Tak Tawarkan Program
Juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Rian Ernest - Medcom.id/Lukman Diah Sari.
Jakarta: Juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Rian Ernest mengkritisi kampanye pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Menurutnya, pasangan nomor urut 02 ini lebih banyak menjual jargon ketimbang program. 

"Pak Prabowo-Sandi itu lebih banyak tampil dengan jargon. Dan program kerja yang mau ditampilkan itu masih hanya judul-judul utama aja, tapi detailnya itu kita belum pernah lihat sampai hari ini," kata Rian di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat, 6 Desember 2018.


Pada momen debat di publik pun, kata dia, tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi tak banyak membeberkan program kerja. Salah satunya yang disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra yang juga anggota BPN Ferry Juliantono.

"Mengatakan 'ya nanti program kerjanya kita mau ngapain ya nanti dong, kita menang dulu dong' saya bilang 'lah kalau begitu ceritanya nanti rakyat Indonesia harus pilih kucing dalam karung' gitu kan?" ujar Rian.

Baca juga: Visi Misi Prabowo-Sandi Jadi Sorotan

Mantan Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama itu, mengimbau BPN Prabowo-Sandi membeberkan detail program yang ingin ditawarkan. 

"Tawarkan sedetail-detailnya, dan sesegera mungkin, sekarang. Supaya rakyat punya waktu yang panjang untuk memilih, apakah capres nomor 01 atau capres 02," tegas dia. 

Justru dengan menahan-nahan program kerja, tambah dia, keseriusan Prabowo-Sandi untuk nyapres dipertanyakan. Atau hanya sekadar tes ombak menuju Pilpres 2024.

"Kalau program kerjanya ditahan-tahan sampai ujung nih sebenarnya niat enggak sih nyapres, gitu lho pertanyaan besar saya. Atau jangan-jangan ini hanya sekadar latihan-latihan aja buat 2024, di depan kita ini bukan 2024, di depan kita ini 2019," pungkas dia. 





(REN)

metro tv
  • OpsiOpsi
  • kick andyKick Andy
  • economic challengesEconomic Challenges
  • 360360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id