Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Maruf Amin, Hasto Kristiyanto, di sela konsolidasi dengan jajaran Tim Kampanye Daerah (TKD) kabupaten/kota se-Jatim di Posko TKD Jatim di Surabaya. Medcom.id/Amaluddin
Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Maruf Amin, Hasto Kristiyanto, di sela konsolidasi dengan jajaran Tim Kampanye Daerah (TKD) kabupaten/kota se-Jatim di Posko TKD Jatim di Surabaya. Medcom.id/Amaluddin

Caleg Tak Sosialiasi Jokowi-Ma'ruf Akan Disanksi

Pemilu pilpres 2019 pemilu serentak 2019 Jokowi-Ma`ruf
Amaluddin • 17 November 2018 12:42
Surabaya: Pemenangan Pilpres dan Pileg 2019 dianggap satu tarikan nafas bagi partai koalisi pengusung Joko Widodo-Maruf Amin. Caleg dari sembilan partai koalisi yang tidak menyosialisasikan Jokowi-Ma'ruf akan disanksi.
 
"Semua caleg agar bergerak mengamankan teritorial masing-masing. Seluruh caleg baik dari PDI Perjuangan, Golkar, PKB, NasDem, PPP, Hanura, PKPI, Perindo, PSI, kalau tidak menyosialiskan Pak Jokowi-Kiai Maruf akan diberikan sanksi," kata Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Maruf, Hasto Kristiyanto, di sela konsolidasi dengan TKD tingkat Kabupaten/Kota se- Jatim, Jumat malam, 16 November 2018.
 
Hal ini sudah menjadi rekomendasi Rapat Kerja TKN Koalisi Indonesia Kerja. Masing-masing parpol koalisi pengusung Jokowi-Ma'ruf disebutnya menyiapkan sanksi bagi caleg yang bandel karena menjadi kewenangan masing-masing parpol.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sanksinya ada. Misal kalau di PDI Perjuangan, sanksinya bisa berupa pemecatan," kata pria yang juga Sekjen PDI Perjuangan ini.
 
Hasto mengingatkan TKD Jatim agar mencapai target suara nasional 70 persen. Seluruh tim kampanye, mesin parpol dan relawan harus bersatu padu memenangkan paslon nomor urut 01.
 
"Kita tidak hanya sekadar sedang memenangkan Pak Jokowi-Kiai Maruf, tetapi sedang memenangkan nasib kita, memenangkan masa depan bangsa dan negara kita di tangan pemimpin yang lahir dari rakyat untuk rakyat," kata Hasto.
 
Baca: Wajar Demokrat Bebaskan Kader Dukung Jokowi
 
Hasto juga mengomentari pilihan Partai Demokrat membebaskan caleg mengarahkan dukungan di Pilpres. Dia menilai caleg partai koalisi pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mulai khawatir dengan elektabilitas masing-masing.
 
"Kami paham Demokrat gamang atas sikap politiknya terhadap Prabowo yang dinilai tidak memberi harapan dengan seringnya minta maaf. Baru 1,5 bulan kampanye saja, sudah 3 kali minta maaf," katanya.

 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif