Warga melintas di dekat gambar mural calon presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto di Jalan Juanda, Depok, Jawa Barat. (Foto: MI/Bary Fathahillah)
Warga melintas di dekat gambar mural calon presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto di Jalan Juanda, Depok, Jawa Barat. (Foto: MI/Bary Fathahillah)

Rematch Jokowi vs Prabowo Diminta Lebih Argumentatif

Pemilu debat capres cawapres pilpres 2019
16 Januari 2019 14:45
Jakarta: Calon presiden Joko Widodo kembali bertemu dengan Prabowo Subianto sebagai rival dalam debat kandidat Pilpres 2019. Bertemu kembalinya Jokowi dan Prabowo seperti mengulang Pilpres 2014 kendati dengan pendamping yang berbeda.
 
Lantaran bukan yang pertama kali, analis politik Gun Gun Heryanto menilai rematch Jokowi dan Prabowo harus diisi dengan pertarungan gagasan yang lebih detail. Lebih jauh, dapat memantik diskusi positif di masyarakat.
 
"Kalau dalam retorika itu menekankan pada aspek logosnya (ilmu), lebih kepada argumentasi atau penjelasan bukan lagi konten verbal agresif," ujarnya dalam Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Rabu, 16 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Gun Gun mengatakan sejak masa kampanye dimulai kedua kubu lebih banyak melontarkan narasi-narasi verbal yang agresif alih-alih gagasan argumentatif. Tiga bulan pertama masa kampanye, gagasan dan visi misi cenderung tak tersampaikan lantaran lebih banyak narasi menjatuhkan.
 
Dalam konteks verbal agresif, kata dia, setiap kubu cenderung menohok gagasan pihak lain untuk menjatuhkan termasuk dengan kampanye negatif dan kampanye hitam. Padahal publik juga butuh narasi argumentatif; data dan fakta yang bisa diverifikasi oleh banyak orang.
 
"Menurut saya (penyampaian gagasan) lebih banyak bolong besarnya di tiga bulan pertama. Baru masuk Januari (2019) masyarakat bergeser pada keinginan menghadirkan debat yang bisa meneruskan perbincangan publik ke arah program," kata dia.
 
Forum debat, menurut Gun Gun, harus betul-betul dimanfaatkan kandidat untuk menyampaikan gagasan. Sebab, salah satu unsur penting dalam debat jika dilihat dari perspektif kandidat adalah membangun kesan.
 
Menunjukkan kredibilitas calon melalui gagasan argumentatif akan membantu kandidat membangun kesan baik. Bukan tidak mungkin persepsi khalayak terhadap calon juga memengaruhi tindakan selanjutnya. Misalnya yang awalnya kontra beralih mendukung.
 
"Bagi khalayak debat tidak hanya memberi semacam asupan diskusi namun lebih kepada ikrar apa yang ingin dilakukan oleh calon pemimpin terutama untuk kelompok yang belum menentukan pilihan dan kelompok yang sudah punya pilihan tetapi masih mengambang," ungkapnya.
 

 

(MEL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif