Anggota Bawaslu DIY Sutrisnowati (kiri) menunjukkan gambar surat suara yang sudah tercoblos 02, lewat gawainya. Medcom.id/Ahmad Mustaqim
Anggota Bawaslu DIY Sutrisnowati (kiri) menunjukkan gambar surat suara yang sudah tercoblos 02, lewat gawainya. Medcom.id/Ahmad Mustaqim

10 Surat Suara di Bantul Tercoblos Prabowo-Sandi

Pemilu kecurangan pemilu pileg pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Ahmad Mustaqim • 17 April 2019 21:04
Yogyakarta: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendapati 10 surat suara untuk Pilpres sudah tercoblos di kawasan Bantul. Sepuluh surat suara tercoblos untuk pasangan nomor 02, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.
 
Temuan pengawasan ini terjadi di TPS 41 Kelurahan Tamantirto, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul. Padahal, logistik itu baru dibuka dari kotak yang tersegel.
 
Anggota Bawaslu DIY, Sutrisnowati mengatakan semula, pengawas menemukan 21 surat suara untuk Pilpres yang sudah tercoblos. Dari temuan itu, pengawas beserta KPPS meneliti kembali logistik pilpres tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Setelah diteliti, ternyata ada sepuluh lembar surat suara pilpres. Sudah tercoblos untuk pasangan nomor 02," kata Sutrisnowati di Bawaslu DIY, Rabu petang, 17 April 2019.
 
Setelah melakukan pembahasan lanjut, surat suara itu kemudian tak digunakan dan dianggap tak sah. Surat suara itu dianggap tak sah karena tidak ditandatangani ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).
 
Selain itu, Bawaslu juga menemukan ketidaklengkapan logistik pemilu di TPS 49 Kelurahan Condongcatur. Saat membuka kotak surat suara jelang proses pemungutan, tak ada kelengkapan untuk mencoblos.
 
"Di TPS ini tidak ada paku dan bantalan. Mereka kemudian harus melakukan pengadaan baru untuk bisa melanjutkan proses pemilihan. Kami juga menemukan sejumlah TPS kekurangan surat suara," kata dia.
 
Koordinator Divisi pengawasan dan Hubungan Antarlembaga, Bawaslu DIY, Amir Nashirudin mengatakan ada sejumlah kejadian dalam pengawasan di Kota Yogyakarta. Misalnya, TPS di Kecamatan Kraton pemilih dengan A5 dan pemilih khusus hanya dilayani di atas jam 11.
 
Selain itu, lanjutnya, ada jumlah logistik surat suara yang tak sesuai dengan tulisan di amplop. "Misalnya, tertulis 257 lembar tapi hanya ada 247 lembar," kata dia.
 
Amir juga mengatakan ada juga TPS yang tak tersedia form c3 sebagai dasar untuk memberikan bantuan orang tua dan orang sakit. "Ada juga kejadian lain, dari kekurangan surat suara hingga kotak suara untuk Pilpres yang kosong. Akhirnya mencari di 10 TPS terdekat dan pemilih tertunda dua jam," ujarnya.
 

 

 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif