Anggota Dewan Pakar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Drajad Wibowo. MI/Rommy Pujianto.
Anggota Dewan Pakar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Drajad Wibowo. MI/Rommy Pujianto.

Prabowo Yakin Tingkatkan Rasio Pajak dengan Potong PPh

Pemilu pilpres 2019 Prabowo-Sandi
Whisnu Mardiansyah • 24 Januari 2019 08:16
Jakarta: Anggota Dewan Pakar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Drajad Wibowo mengatakan pasangan Prabowo-Sandi berjanji bakal menurunkan pajak penghasilan (PPh) individu. Pemotongan PPh diyakini bisa meningkatkan tax ratio nasional.
 
"Pemotongan tarif pajak akan dilakukan melalui PPh dulu. Nah jadi dengan begitu kan ekonomi akan membesar kan, karena kan kita menargetkan pertumbuhan ekonomi 6 persen pada tahun 2020," kata Drajad di Posko Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Rabu, 23 Januari 2019.
 
Pemangkasan PPh penghasilan diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membayar pajak. Dengan begitu otomatis berimplikasi pada pertumbuhan ekonomi nasional.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dengan pertumbuhan ekonomi yang membesar nanti penerimaan pajaknya akan lebih besar," ujarnya.
 
Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu menambahkan pemangkasan PPh bisa menggugah para pemilik modal tak menyimpan dananya di luar negeri. Mereka akan menyimpan uang di dlaam negeri dengan pajak yang lebih rendah.
 
"Dia akan rugi kalau naruh di negara sekitar, karena dia kena biaya lagi nanti yang macem-macem," ucapnya.
 
Tax ratio atau rasio pajak Indonesia 2017 sebesar 8,47 persen dalam artian penerimaan pajak yang dikelola Ditjen Pajak. Sedangkan rasio pajak dalam arti luas atau termasuk bea cukai dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sumber daya alam sebesar 10,58 persen.
 
Dalam arti luas, tax ratio berturut-turut 14,6 persen (2012), 14,3 persen (2013), 13,7 persen (2014), 11,6 persen (2015), dan 10,8 persen (2016), 10,7 persen (2017), dan 11,5 persen (2018).
 
Pendapatan negara (pajak, bea cukai dan PNBP) pada 2014 sebesar Rp1.386 triliun, lalu Rp1.341 triliun (2015), Rp1.349 triliun (2016), Rp1.439 triliun (2017), dan Rp1.664 triliun (2018). Pendapatan negara 2018 terhadap 2014 naik Rp278 triliun atau 20 persen.

 

(DRI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif