Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra.
Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra.

Polri: Tabloid Indonesia Barokah Kewenangan Dewan Pers

Pemilu pilpres 2019 Prabowo-Sandi
Kautsar Widya Prabowo • 23 Januari 2019 17:05
Jakarta : Mabes Polri menjelaskan ada atau tidaknya pelanggaran yang terjadi pada pemberitaan tabloid Indonesia Barokah menjadi kewenangan Dewan Pers. Polri dapat menindak jika sudah ada rekomendasi dari Dewan Pers.
 
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan Dewan Pers akan terlebih dulu pendalami tabloid itu. Mereka akan mencari ada tidaknya pelanggaran jurnalistik dan menemukan pelanggaran pidana.
 
"Nanti Dewan Pers akan memberikan rekomendasi kepada kepolisian untuk menindaklanjuti hasil assessment dari Dewan Pers," kata Dedi di Divisi Humas Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 23 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hingga saat ini, belum ada rekomendasi yang diberikan oleh Dewan Pers. Namun, jika Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ingin membuat laporan, Polri akan menerimanya.
 
"Laporan polisi tetap kita terima, tapi untuk menindaklanjuti laporan polisi tersebut harus menunggu Dewan Pers dulu," imbuh doa.
 
Tabloid bertajuk Indonesia Barokah beredar di wilayah Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Barat (Jabar). Tabloid itu menyebar di sejumlah masjid.
 
Keberadaan tabloid diprotes BPN Prabowo-Sandi. Pasangan calon nomor urut 02 itu menilai konten tabloid itu banyak menyerangnya.
 
Baca: Kubu Jokowi Tak Tahu soal Tabloid Indonesia Barokah
 
"Ya, itu praktik lama yang terulang kembali. Menurut saya, sebaiknya jangan melakukan black campaign, stigmatisasi seperti itu, dan sebagainya," kata Direktur Materi Debat BPN Sudirman Said, Selasa, 22 Januari 2019.
 
Sementara itu, Bawaslu Blora, Jateng, menyebut tabloid itu tidak mengandung unsur pidana pemilu. Tabloid itu hanya memuat rangkuman informasi dari media arus utama serta memuat sebuah fakta bukan hoaks.
 
"Kita simpulkan tabloid ini tidak mengandung unsur ujaran kebencian," jelas Komisioner Bawaslu Blora Sugie Rusyono.
 


 

(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif