Calon wakil presiden (cawapres) Ma'ruf Amin usai meresmikan Rumah KMA di Jakarta. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Calon wakil presiden (cawapres) Ma'ruf Amin usai meresmikan Rumah KMA di Jakarta. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

Ma'ruf Tegaskan Jokowi Sangat Memerhatikan Ulama

Pemilu pilpres 2019 Jokowi-Ma`ruf
Hendrik Simorangkir • 11 Februari 2019 00:02
Tangerang: Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Ma’ruf Amin menghadiri kegiatan Istighosah dan Temu Relawan di GOR Persada, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang. Ma'ruf menyebut peran ulama dalam pemerintahan Joko Widodo mendapat tempat dan perhatian khusus.
 
"Saat pemerintahan Jokowi ini, ulama sangat diperhatikan, tentunya seperti saat ini, memberikan kesempatan ulama sebagai Cawapres dalam pelaksanaan Pemilu. Kalau terdahulu, banyak ulama yang akan diminta bantuannya menjelang suatu pemilihan, tetapi setelah selesai para ulama kembali ditinggalkan. Sangat berbeda pada saat pemerintahan Jokowi," ujar Ma'ruf di Tangerang, Minggu, 10 Februari 2019.
 
Baca: Ma'ruf: Jokowi Cinta Ulama

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ma'ruf menjelaskan ulama bertugas melaksanakan gerakan perlindungan dan pelayanan kepada umat dari cara berfikir yang menyimpan. Untuk itu, lanjutnya, menjadikan ulama sebagai pemimpin merupakan sebuah angin segar untuk perdamaian negeri.
 
"Kita harus luruskan dan harus kita perbaiki. Dimana, meski cara berfikir berbeda, masih dapat kita maklumi karena perbedaan pasti ada dalam kehidupan seperti, cara memilih capres dan cawapres. Boleh berbeda tapi, harus saling menghormati adanya perbedaan pola pikir," kata Ma'ruf.
 
Baca: Jokowi-Ma'ruf Didukung Ulama 'Betulan'
 
Penetapkan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober oleh Presiden Jokowi juga dinilai menjadi tonggak sejarah penting. Peringatan ini dinilai sebagai kemenangan bagi umat Islam khususnya ulama dan santri. Sebab, mengingatkan peranan santri dan ulama yang ikut mempertahankan kemerdekaan bangsa.
 
"Itu peristiwa penting karena baru saja Indonesia merdeka pada Agustus, tetapi Oktober, Belanda datang lagi mau menjajah," ucapnya.
 
Ma'ruf menyebut sejarah akan peranan santri dan ulama hampir dilupakan masyarakat Indonesia. Beruntung, Jokowi menetapkan Hari Santri Nasional.
 
"Baru dua tahun yang lalu ditetapkan Hari Santri Nasional oleh Bapak Joko Widodo. Berarti beliau mencintai santri dan ulama," ungkap Ma'ruf.
 

 


 

(BOW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif