PSI: Kelakar Prabowo tentang Boyolali Masuk Pelecehan Tubuh

M Sholahadhin Azhar 05 November 2018 12:12 WIB
pilpres 2019Prabowo-Sandi
PSI: Kelakar Prabowo tentang Boyolali Masuk Pelecehan Tubuh
Calon Presiden nomer urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan sambutan saat deklarasi dukungan dari Komando Ulama Pemenangan Prabowo-Sandi (Koppasandi) di Jakarta, Minggu (4/11/2018). Foto: Antara/Dhemas Reviyanto
Jakarta: Juru Bicara PSI Dedek Prayudi merespons pernyataan Prabowo Subianto tentang 'tampang Boyolali'. Ujaran yang dianggap Prabowo sebagai lelucon ini, kata dia, tak seharusnya dilontarkan kepada masyarakat di sana.

Prabowo, kata Dedek, bercanda dengan menertawakan status sosial tertentu melalui 'tampang Boyolali'. "Ini tergolong body shaming atau menjadikan kondisi fisik orang lain sebagai bahan tertawaan," katanya melalui pesan tertulis, Senin, 5 November 2018.


Dalam ilmu komunikasi massa, ujar Dedek, lumrah jika ada kelakar dilontarkan. Namun, jangan sampai menyinggung peserta yang hadir. "Di kasus Boyolali, pantangan itu terjadi," ujar dia.

Dedek menyebut candaan Prabowo menegaskan bahwa calon presiden nomor urut 02 itu tidak sensitif. Penyebabnya, mungkin karena Prabowo tidak pernah menjadi kelompok dengan status sosial menengah ke bawah.

"Hingga hari ini menjadi elite politik tidak pernah tahu feel-nya menjadi kalangan menengah ke bawah, sehingga tidak sensitif akan hal ini," imbuh Dedek.

Lebih lanjut, ia menegaskan pernyataan 'wajah Boyolali' menjadi blunder kesekian kalinya dari Prabowo. Hal ini, kata dia, seolah menumbuhkan pesimisme kepada masyarakat karena mereka diminta mengasihi diri sendiri. Dengan demikian, wajar jika masyarakat Boyolali marah karena merasa direndahkan.

"Mereka dianggap merepresentasikan kelas sosial tertentu yang dianggap tak layak masuk hotel berbintang," kata dia.

Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional Adil Makmur, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Eddy Soeparno, menyatakan Prabowo tak bermaksud merendahkan masyarakat Boyolali.

"Tak ada maksud Prabowo mengejek dan merendahkan," kata Eddy, kemarin.

Baca: Warga Boyolali Terhina Pernyataan Prabowo

Prabowo sempat melontarkan ucapan warga Boyolali tak bisa masuk hotel mewah saat berpidato pada Selasa, 30 Oktober 2018. Menurutnya, mereka bisa saja diusir karena 'wajah Boyolalinya'.

Prabowo juga menyebut sederet nama hotel mewah. Ia mengatakan warga Boyolali kemungkinan tak bisa menyebut nama-nama hotel mewah tersebut.

"Saya yakin kalian tak pernah masuk hotel-hotel tersebut. Betul? Kalian kalau masuk mungkin kalian diusir karena tampang kalian tidak tampang orang kaya. Tampang kalian, ya, tampang-tampang Boyolali," ucap Prabowo di depan pendukungnya di Boyolali.





(UWA)

metro tv
  • OpsiOpsi
  • kick andyKick Andy
  • economic challengesEconomic Challenges
  • 360360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id