Ilustrasi Pilkada 2020. Medcom.id
Ilustrasi Pilkada 2020. Medcom.id

Calon Tunggal Didominasi Non Dinasti Politik

Pemilu pilkada serentak Pemilu Serentak 2020
Anggi Tondi Martaon • 04 Agustus 2020 20:12
Jakarta: Calon tunggal cenderung meningkat pada penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (Pilkada) pada 2015-2018. Sebanyak 28 calon tunggal, mayoritas didominasi non dinasti politik.
 
"Kandidat calon tunggal didominasi oleh latar belakang non dinasti, sebanyak 68 persen," kata peneliti politik dinasti Yoes C. Kenawas dalam diskusi virtual yang diselenggarakan Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Selasa, 4 Agustus 2020.
 
Sementara itu, calon tunggal yang berlatar belakang dinasti politik terjadi di 11 daerah atau 32 persen. Mereka lebih banyak bertarung menghadapi kandidat lain dalam kontestasi pemilihan kepala daerah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Hanya sedikit sekali yang calon tunggal. Artinya, lebih banyak kandidat dinasti politik bertarung pada non calon tunggal," papar dia.
 
(Baca: Upaya Dinasti Politik Terjadi di 202 Pilkada Sejak 2015)
 
Yoes memerinci calon tunggal berlatar belakang dinasti politik, di antaranya Kabupaten Tangerang, Landak, Deli Serdang, Maluku Tengah, Padan Lawas Utara, Lebak, Bone, Kota Prabumulih, Makassar, dan Provinsi Sumatra Selatan.
 
Mayoritas calon tunggal berlatar belakang politik dinasti keluar sebagai pemenang. Kekalahan hanya terjadi di Makassar.
 
"Paling rendah yaitu di Makassar, kalah. Perolehan (suara) berdasarkan yang disampaikan KPU (Komisi Pemilihan Umum) hanya 46,77 persen," ujar dia.
 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif