Ketua Kuasa Hukum dan Advokasi TKN, Yusril Ihza Mahendra. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.
Ketua Kuasa Hukum dan Advokasi TKN, Yusril Ihza Mahendra. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.

TKN Serahkan 19 Alat Bukti ke MK

Pemilu Sidang Sengketa Pilpres 2019
Fachri Audhia Hafiez • 13 Juni 2019 19:49
Jakarta: Tim kuasa hukum dan advokasi Tim Kampanye Nasional (TKN) capres-cawapres nomor urut 01, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin menyerahkan alat bukti sebagai pihak terkait ke Mahkamah Konstitusi (MK). Belasan alat bukti beserta argumen hukum diserahkan hari ini.
 
"Hanya ada 19 bukti," kata Ketua Kuasa Hukum dan Advokasi TKN, Yusril Ihza Mahendra di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis, 13 Juni 2019.
 
Alat bukti tersebut terdiri dari bukti surat, Compact Disc (CD) yang berisi rekaman, dan sejumlah berkas-berkas pendukung. Alat bukti dan argumen hukum yang telah diserahkan itu merupakan jawaban atas berkas permohonan awal tim hukum capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada 24 Mei 2019 yang telah teregistrasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


TKN tak akan menanggapi permohonan bukti-bukti yang diajukan kubu 02 bila melewati tanggal 24 Mei 2019. TKN menganggap bukti-bukti yang diserahkan tim hukum Prabowo-Sandi melewati tanggal tersebut tidak sah.
 
Hal ini dinilai bertentangan dengan Peraturan MK (PMK) Nomor 4 tahun 2018 yang tak mengatur masa perbaikan untuk Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres. Hanya tahapan untuk Pileg saja yang diberikan kesempatan untuk melakukan perbaikan permohonan.
 
"Kami dengan keras akan menolak adanya perubahan itu sesuai dengan ketentuan-ketentuan UU dan hukum acara MK bahwa dalam hal sengketa pilpres ini permohonan itu tidak boleh dilakukan perubahan sama sekali," tegas Yusril.
 
MK akan menggelar sidang pendahuluan sengketa PHPU Pilpres pada Jumat, 14 Juni 2019. Agenda sidang perdana besok, MK akan memutuskan lanjut atau tidaknya sengketa ke tahapan persidangan dengan mempertimbangkan permohonan beserta barang bukti yang diajukan. Agenda ini dikenal dengan sidang pendahuluan.
 

(EKO)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif