Suasana silaturahmi tokoh dan sesepuh bangsa di kediaman mantan Presiden RI BJ Habibie, Jakarta. Foto: Juven Martua Sitompul/Medcom.id
Suasana silaturahmi tokoh dan sesepuh bangsa di kediaman mantan Presiden RI BJ Habibie, Jakarta. Foto: Juven Martua Sitompul/Medcom.id

Semua Pihak Diminta Bersatu Kawal Pemilu

Pemilu pemilu serentak 2019
Juven Martua Sitompul • 01 Mei 2019 13:58
Jakarta: Sejumlah tokoh dan sesepuh bangsa menggelar silaturahmi di kediaman Presiden ke-3 BJ Habibie. Sejumlah hal dibahas dalam pertemuan tersebut, termasuk terkait situasi bangsa.
 
Mantan Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengatakan semua pihak yang hadir mengajak seluruh masyarakat mengawal proses pemilu dengan baik.
 
"Kita yang datang di sini berasal dari kelompok pilihan politik yang berbeda tapi membawa pesan yang sama, mari bawa bangsa ini dan kita kawal jalannya pemilu sampai nanti terkahir dengan sebaik-baiknya," kata Mahfud di lokasi, Jakarta, Rabu, 1 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mahfud mengatakan Habibie merupakan salah satu tokoh yang ikut andil dalam membangun demokrasi. Bangsa Indonesia, kata dia, dulu bersatu dan bersama-sama mengikrarkan kemerdekaan.
 
"Oleh sebab itu, pemilu yang sekarang ini supaya tidak membawa mundur lagi kemajuan kita di bidang demokrasi," ujarnya.
 
Mahfud dan para tokoh yang hadir meminta semua pihak mengakhiri perbedaan. Bangsa harus kembali bersatu untuk membangun Indonesia ke arah yang lebih baik.
 
"Sumber daya manusia Indonesia ternyata bagus sekali tinggal bagaimana mengelolanya dalam berbangsa dan bernegara. Itu pokok diskusi panjang tadi," pungkasnya.
 
Pencoblosan Pemilu 2019 sudah berlangsung pada Rabu, 17 April 2019. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia, publik memilih secara bersamaan presiden serta wakilnya di DPR, DPRD, dan DPD.
 
Berdasarkan hitung cepat, pasangan Joko Widodo-Ma’ruf diprediksi memenangkan Pilpres 2019. Jokowi-Ma’ruf meraih sekitar 54 persen suara, sedangkan rivalnya Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 45 persen.
 
Namun, kubu Prabowo enggan mengakui hasil hitung cepat yang disiarkan sejumlah media nasional. Prabowo mengeklaim sebagai pemenang Pilpres 2019 berdasarkan penghitungan internal jajarannya. Relawan pun diminta mengawal suara di daerah.
 
Ketua KPU Arief Budiman menegaskan hasil hitung cepat hanya bisa dijadikan sebuah referensi. KPU akan mengumumkan resmi hasil perhitungan suara yang sah pada 22 Mei 2019.
 

(AZF)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif