Debat pilpres. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.
Debat pilpres. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.

Perang Gimik Tak Berfaedah

Pemilu pilpres 2019
Lukman Diah Sari • 13 November 2018 14:13
Jakarta: Perang gimik antara kubu Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019 diminta dihentikan. Saling serang kedua pihak dianggap tak berfaedah.
 
"Hanya terbawa era pemilu presiden yang didesain dua kubu," kata pengamat politik Effendi Gazali kepada Medcom.id, Selasa, 13 November 2018.
 
Menurut dia, desain yang dimaksud lantaran hanya ada dua peserta calon pemimpin negara. Alhasil, yang saling membenci hanya dari dua pihak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Selain terbawa era medsos (media sosial), dunia amat diwarnai post-truth dan populisme," jelas dia.
 
Kampanye Pilpres 2019 yang telah berjalan dua bulan ini diwarnai saling sindir kedua kubu. Cawapres nomor urut 02 Sandiaga, contohnya, berpolemik dengan menyebut biaya makan di Jakarta lebih mahal ketimbang Singapura. Ia jugasempat mewacanakan tempe setipis kartu ATM.
 
Baca: Perang Gimik Dinilai Turunkan Kualitas Demokrasi
 
Capres nomor urut 02 Prabowo juga dihujat lantaran menyinggung warga Boyolali yang dianggap tak boleh masuk hotel mewah karena wajahnya. Prabowo pun meminta maaf lantaran pernyataan soal tampang Boyolali itu.
 
Sementara itu, capres nomor urut 01 Jokowi melontarkan istilah 'politik sontoloyo' juga 'politik genderuwo'. Hal itu memancing pihak rival membalas sehingga terjadi saling balas istilah.
 

 

(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif