Diskusi 'Menuju Pemilu Bermutu' - Medcom.id/Whisnu Mardiansyah.
Diskusi 'Menuju Pemilu Bermutu' - Medcom.id/Whisnu Mardiansyah.

Polarisasi Politik Ciptakan Masyarakat Sensitif

Pemilu pemilu serentak 2019
Whisnu Mardiansyah • 05 Januari 2019 11:18
Jakarta: Kontestasi Pemilu 2019 diprediksi masih menciptakan polarisasi di tengah masyarakat. Iklim politik saat ini masih menyisakan endapan dari Pemilu 2014 dan Pilkada DKI 2017.
 
Rektor Universitas Paramadina Profesor Firmansyah menyebut iklim politik seperti ini harus segera dihentikan. Hal ini hanya menciptakan masyarakat yang sensitif dan tumbuhnya ketidakpercayaan.
 
"Masyarakat yang hyper sensitive growing distrust. Karena residu Pemilu 2014 dan Pilkada 2017," kata Firmansyah dalam diskusi 'Menuju Pemilu Bermutu' di kawasan Jakarta Pusat, Sabtu, 5 Januari 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kehidupan berpolitik masyarakat saat ini masih tak bisa lepas dari fase pemilu. Padahal, kata Firmansyah, pemilu hanya satu fase dalam kehidupan berpolitik.
 
Imbasnya, hingga saat ini siapa pun yang terpilih baik kepala daerah atau presiden pola pikirnya masih berjalan pada aspek elektoral. Ini terbawa dalam birokrasi kepemimpinan.
 
"Siapa pun yang terpilih singkirkan mind set masih elektoral. Mana pendukung saya, mana bukan. Ketika ini dijalankan tidak akan bisa lepas dari perspektif pemilu," jelasnya.
 
(Baca juga:Mencegah Polarisasi Menepis Isu SARA)
 
Sebagai contoh, birokrasi kepemimpinan menyentuh hingga jabatan-jabatan teknokrat. Budaya rotasi pejabat eselon I dilakukan setiap pergantian kepemimpinan.
 
"Memang ada beberapa jabatan politik. Tapi ketika eselon 1 itu siapa pun yang menang harus independen," tutur dia.
 
Firmansyah berharap Pemilu 2019 nanti siapa pun yang terpilih bisa menanggalkan perspektif pemilu saat terpilih nanti. Polarisasi di tengah masyarakat diyakini bisa dihentikan.
 
"Siapa pun terpilih ketika memimpin berdasarkan perspektif pemilu harus berhenti. Akan mereduksi high sensitive society," pungkas dia.
 


 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif