Sosialisasi Pemilu di Pasar Jepara II, Jawa Tengah. Medcom.id/Rhobi Shani
Sosialisasi Pemilu di Pasar Jepara II, Jawa Tengah. Medcom.id/Rhobi Shani

KPU Sosialisasi Pemilu Lewat Pantomim di Jepara

Pemilu pileg pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Rhobi Shani • 30 Desember 2018 17:19
Jepara: Tiga orang berdandanan muka berwarna putih, bergincu merah merona, alis hitam tebal, dengan gerakan halus dan patah-patah berjalan menyusuri lorong-lorong di Pasar Jepara II. Tanpa kata-kata, hanya dengan gerak tubuh, menghampiri pedagang dan pembeli yang sedang bertransaksi. Mereka menunjukan selebaran berisi informasi seputar Pemilu 2019.
 
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, bersama Dewan Kesenian Daerah (KDK) Kabupaten Jepara dan seniman pantomim tengah menyosialisasikan Pemilu 2019. Bertempat di Pasar Jepara II, pada, Minggu, 30 Desember 2018, sosialisasi Pemilu juga memperagakan tata cara pencoblosan surat suara.
 
Pengunjung pasar, Kusrin, warga Desa Kedungcino Kecamatan Jepara, terlihat dengan seksama menyimak saat satu per satu tema yang disampaikan tim dari KPU Kabupaten Jepara. Sesekali Kusrin bertanya kepada beberapa orang yang ada di sekitarnya, termasuk bertanya ke tim dari sekretariat KPU Jepara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kalau untuk calon presiden, saya sudah punya pilihan,” ujar Kusrin dalam Bahasa Jawa usai menerima brosur yang dibagikan.
 
Usai menerima brosur dan gantungan kunci bertuliskan "17 April 2019" yang dibagikan seniman pantomim, Kusrin yang semula berada tidak jauh dari panggung hiburan mendekat menuju panggung. Di depan panggung, Kusrin menyimak dengan seksama tata cara pencoblosan.
 
"Karena ini memilih pemimpin calon wakil rakyat ya, harus banyak pertimbangan. Kalau pilihan presiden sudah manteb,” kata Kusrin dengan tetap merahasiakan pilihannya.
 
Sulit memilih wakil rakyat
 
Namun secara khusus, Kusrin mengakui untuk memilih calon anggota legislatif, butuh ketelitian yang lebih. Setelah melihat dan banyak bertanya dalam sosialisasi di pasar itu, ia mengungkapkan potensi-potensi kerumitannya.
 
Pertama, sampai sekarang Kusrin mengaku belum memiliki pilihan untuk calon wakilnya di tingkat kabupaten, provinsi maupun pusat. Kedua, setelah memiliki kemantapan pilihan, ia membayangkan bagaimana suaranya bisa tepat dan sah saat mencoblos di TPS.
 
“Tapi ini masih ada waktu untuk tanya-tanya, siapa caleg yang nanti bisa dipilih. Itu kertasnya (surat suara) ada lima dan besar-besar, jadi harus hati-hati dan lebih teliti ” ungkap Kusrin.
 
Kusrin mengaku baru kali ini melihat contoh surat suara untuk pemilu 2019. Ia mengaku informasi yang disampaikan KPU di pasar tersebut sangat penting dan bisa terus diperluas.
 
Menyasar banyak topik
 
Anggota KPU Jepara dari Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia, Muhammadun menyampaikan, memulai sosialisasi dengan menyampaikan hal-hal terkait hak pilih. Sejak sepekan lalu, kata dia, daftar pemilih tetap (DPT) hasil perbaikan terbaru sudah diumumkan di tiap balai desa dan kantor kelurahan se-Jepara. Masyarakat bisa mengecek namanya.
 
Selain itu, Muhammadun melanjutkan, DPT juga sudah disampaikan ke parpol peserta pemilu. Juga kepada tim kampanye pasangan calon presiden dan wakil presiden. Serta, tim kampanye calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD).
 
“Bapak ibu bisa melihat nama-nama yang sudah ditempel di kantor-kantor kelurahan. Juga bisa mengecek melalui Android,” kata Muhammadun.
 
Sosialisasi itu mendapatkan banyak perhatian para pedagang dan pembeli di Pasar Jepara II. Sebab, menampilkan seni tradisional dan tembang-tembang campursari. Selain dimeriahkan grup thongtek Desa Langon, juga atraksi pantomim dengan tema kepemiluan.
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi