Ketua DPP PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno. Foto: MI/Ramdani.
Ketua DPP PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno. Foto: MI/Ramdani.

Merasa Diganggu, Kalimat SBY 'Bersayap'

Pemilu pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Husen Miftahudin • 23 Desember 2018 20:04
Jakarta: Ketua DPP PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno menilai kalimat tak ingin 'diganggu' selama sisa masa kampanye yang dilontarkan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai bersayap. Hanya SBY yang mengetahui makna kalimat 'diganggu' tersebut.
 
"Itu kalimat bersayap yang SBY sendiri tahu," ujar Hendrawan saat dihubungi Medcom.id, Jakarta, Minggu, 23 Desember 2018.
 
Menurut Hendrawan, makna 'diganggu' multitafsir. Ini lantaran SBY pandai melontarkan kalimat bersayap. Presiden keenam RI itu kerap menyebut dirinya sebagai 'korban'.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"SBY selama ini pandai memainkan apa yang disebut dalam literatur sebagai politics of victimhood atau politik pihak yang teraniaya," beber dia.
 
Baca juga: SBY Tak Ingin 'Diganggu' Selama Sisa Masa Kampanye
 
Literatur tersebut banyak digunakan aktor politik untuk menarik simpati rakyat. "Politik jenis ini terkadang cukup efektif untuk memantik simpati," ungkap dia.
 
Sebelumnya, SBY mengingatkan agar tidak ada pihak yang coba mengusik koalisi Prabowo-Sandi. "Tolong kami jangan diganggu, karena kami tidak akan mengganggu siapa pun," kata SBY di kediamannya, Jalan Mega Kuningan Timur, Jakarta Selatan, Jumat 21 Desember 2018.
 
Dia menambahkan, pemilu yang demokratis, jujur, dan adil merupakan dambaan rakyat. Apapun hasilnya, rakyat akan menerima jika prosesnya berjalan dengan demokratis.
 
"Kalau itu tidak terjadi, tentu keikhlasan menerima hasil pemilu akan berkurang," tutur SBY kala itu.
 

 

(HUS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif