Terdakwa kasus penerimaan suap proyek PLTU Riau-1, Idrus Marham saat memberikan sura pada pemilu serentak 2019 di Rutan Cabang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Rabu (17/4). Foto: MI/Mohamad Irfan
Terdakwa kasus penerimaan suap proyek PLTU Riau-1, Idrus Marham saat memberikan sura pada pemilu serentak 2019 di Rutan Cabang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Rabu (17/4). Foto: MI/Mohamad Irfan

TPS Rutan KPK Belum Hitung Suara Pilpres

Pemilu pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Nia Deviyana • 17 April 2019 18:44
Jakarta: TPS 012, Guntur, Setiabudi, Jakarta Selatan belum melakukan perhitungan suara Pilpres. Pasalnya, sempat muncul satu surat suara bermasalah yang akhirnya perhitungan suara dilakukan terhadap kotak suara legislatif terlebih dahulu.
 
"DPT dan DPTb itu jumlahnya 215 surat, tetapi setelah dihitung jumlahnya 216 surat," kata ketua KPPS Bangun Mulyono, Rabu, 17 April 2019.
 
Adapun setelah perhitungan suara legislatif, disepakati DPT dan DPTb jumlahnya 215 surat suara.Penghitungan suara Pilpres baru akan dilanjutkan pada pukul 19.00 WIB.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Setelah kita rundingkan, satu surat itu kita anggap tidak sah," terang Bangun.
 
Di TPS 012, Guntur, sebanyak 36 tahanan KPK memberikan hak suaranya. Adapun total tahanan KPK yang diberi fasilitas mencoblos berjumlah 63 orang.
 
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah merinci seluruh tahanan dari Rutan KPK C-1 (Gedung KPK lama) yang berjumlah 10 orang memberikan hak suaranya. Kemudian dari total 26 tahanan di Rutan Pomdam Jaya Guntur, hanya 21 tahanan yang memberikan hak suaranya.
 
"Untuk tahanan di Rutan K4 (Gedung Merah Putih KPK), hanya lima tahanan yang mencoblos, semuanya perempuan. Semua tahanan pria tidak ada yang menggunakan hak pilih, tercatat sebanyak 22 orang," terang Febri.
 
Baca:Romahurmuziy Golput
 
Salah satu yang tidak menggunakan hak pilihnya adalah mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhammad Romahurmuziy, atau akrab disapa Romi.
 
Berdasarkan informasi, Romi sebelumnya telah mengirimkan surat ke kepala rutan bahwa dirinya tidak bisa menggunakan hak pilih karena menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Polri.
 

(DMR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif