Debat pilpres. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.
Debat pilpres. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.

Capres Diminta Menghindari Bahasa Jargon

Pemilu pilpres 2019
Dian Ihsan Siregar • 02 Januari 2019 18:05
Jakarta: Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) berharap pasangan calon dalam Pilpres 2019 menggunakan bahasa sederhana dalam debat perdana, 17 Januari 2019. Hal itu agar masyarakat tak memperoleh pandangan yang salah dari masing-masing pasangan calon.
 
"Kita harapkan capres-cawapres bisa berbicara sesuai kapasitasnya. Jadi bahasa-bahasa bisa disederhanakan. Tidak menggunakan bahasa yang agak jarang diketahui masyarakat," kata Komisioner Bawaslu Rahmat Bagja di Gedung Bawaslu, Jakarta, Rabu, 2 Januari 2019.
 
Bawaslu, kata dia, juga mengharapkan masing-masing calon tidak saling menyerang saat debat. Mereka harus fokus memaparkan visi-misi yang diusungnya kepada masyarakat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jangan terlalu banyak bahasa simbol. Saatnya menerjemahkan visi-misi dan program kerja. Jadi bukan hanya citra diri. Lempar fitnah dilarang, untuk jokes boleh saja, tapi tidak ada maksud untuk menghina," tegas Bagja.
 
Baca: Prabowo-Sandi Ingin Visi-Misi Disampaikan Paslon
 
Saat debat, lanjut Bagja, kandidat boleh menyindir isu positif, tapi tak boleh mengarah kepada isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). "Sindir seperti Prabowo soal bocor-bocor, utang, ya silakan saja. Yang tak boleh soal suku atau ras. Menghina juga tak boleh," pungkas dia.
 

 

(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif