Parpol Diminta Ikut Sosialisasikan Cara Memilih

Faisal Abdalla 28 Oktober 2018 01:18 WIB
pemilu serentak 2019
Parpol Diminta Ikut Sosialisasikan Cara Memilih
Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini. Foto: MI/Mohamad Irfan.
Jakarta: Partai politik (parpol) peserta pemilu diminta ikut menyosialisasikan tata cara memilih yang benar kepada pemilih. Hal ini bisa jadi strategi bagi parpol untuk melampaui ambang batas parlemen (parliamentary threshold) empat persen. 

Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini mengatakan sosialisasi tata cara memilih penting dilakukan karena angka suara tidak sah pada Pemilu 2014 masih tinggi 


"Pada 2014 sesungguhnya salah satu pemenang pemilu kita adalah suara tidak sah. Mencapai 14 persen berbanding PDI-P 18 persen dan Partai Golkar 15 persen," kata Titi dalam diskusi bertajuk 'Partai Dalam Garis Ambang Batas' di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 27 Oktober 2018.

Titi menjelaskan dalam pemilu legislatif, pemilih dapat menggunakan suaranya dengan tiga model yakni mencoblos partai dan nomor urutnya, mencoblos nama caleg, dan mencoblos partai serta caleg namun harus dari partai yang sama. 

"Misalnya pemilih mencoblos logo partai A, maka jika ingin mencoblos nama caleg, pemilih harus mencoblos nama dari partai A agar suaranya menjadi sah," jelasnya. 

Sosialisasi ini menjadi penting lantaran salah satu penyumbang tingginya angka suara tidak sah karena ketidakpahaman pemilih terhadap tata cara memilih yang benar. 

Selain dari segi pemilih, Titi juga mewanti-wanti petugas penyelenggara pemilu di lapangan agar cermat dalam bekerja. Pasalnya, pemungutan suara Pemilu serentak 2019 lebih rumit lantaran ada lima surat suara. 

Berdasarkan simulasi yang dilakukan KPU, rata-rata pemilih menghabiskan waktu delapan menit di TPS. Sementara tahapan pemungutan dan penghitungan suara memakan waktu 16,5 jam. 

Namun begitu dia mengingatkan hasil simulasi hanya bersifat prediktif, karena pada saat hari H, tak menutup kemungkinan ditemukan kendala-kendala yang dapat menghambat proses pemungutan dan penghitungan suara. 

"Semakin kompleks tantangan kita, maka bagaimana memastikan pemilih terinformasi soal prosedur memilih menjadi semakin penting," tuturnya. 



(HUS)

metro tv
  • OpsiOpsi
  • kick andyKick Andy
  • economic challengesEconomic Challenges
  • 360360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id