Parpol Diimbau Mengurangi Politik Dinasti
Ilustrasi Korupsi. Medcom.id Mohammad Rizal.
Jakarta: Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mempertanyakan komitmen partai partai lama dalam pemberantasan korupsi. Banyaknya kepala daerah yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat publik mempertanyakan penyebabnya.
 
Ahli Hukum Pusat Pengkajian Pancasila dan Konstitusi (Puskapsi) Bayu Dwi Anggono mengatakan untuk mengurangi korupsi partai politik harus mengurangi kegemarannya mencalonkan dinasti politik.
 
Menurutnya, dinasti politik akan melanjutkan atau melindungi kepala daerah sebelumnya yang notabene adalah keluarga dari para calon.
 
"Partai politik harus mengurangi mencalonkan gubernur-gubernur populer tanpa rekam jejak integritas dan kapasitas. Partai politik ini hobi sekali orang populer diangkat tapi enggak dilihat integritas dan kapasitasnya," kata Bayu, Sabtu, 27 Oktober 2018.
 
Akibatnya, kata Bayu, calon yang akhirnya terpilih tidak mengerti tugasnya sebagai kepala daerah. "Saat menjabat tidak memahami tugas fungsi sebagai kepala daerah, cenderung menyalahgunakan wewenang," ujarnya.
 
Ia menilai partai politik harus berani menolak melakukan politik uang untuk mengurangi kecenderungan korupsi pada kepala daerah.
 
"Partai politik ini kan sering menghalalkan segala cara agar calon itu menang dalam Pilkada. Termasuk praktik money politic," jelasnya.

Baca: Kemendagri Klaim Jumlah Kepala Daerah Bermasalah Menurun


Bayu menegaskan, partai politik harus membenahi diri agar bisa menampilkan calon yang memang berintegritas dan berkapasitas.
 
"Partai politik harus berbenah, bagaimana figur yang ditampilkan adalah figur-figur yang bisa mendapatkan suara elektoral tanpa harus berbiaya mahal," katanya.
 
Ketua DPP PSI Tsamara Amany menyinggung tentang 'dosa-dosa' partai yang sudah lama berdiri tapi masih menjadi 'kebiasaan'. Tsamara bahkan menyebut ada dua dosa partai lama.
 
Pertama, komitmen partai lama terhadap pemberantasan korupsi. Kedua, soal proses rekrutmen partai lama tak jauh dari kata mahar politik.
 
"Kita tidak tahu apa yang terjadi dan dibicarakan. Tapi kabar yang santer beredar selalu melibatkan sejumlah uang sebagai mahar. Tak ada uang, tak ada pencalonan," kata Tsamara.





(FZN)

metro tv
  • OpsiOpsi
  • kick andyKick Andy
  • economic challengesEconomic Challenges
  • 360360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id