Komisioner KPU Hasyim Asyari. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Komisioner KPU Hasyim Asyari. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

KPU Bingung Tudingan Kecurangan Masif Cuma di Pilpres

Pemilu Sidang Sengketa Pilpres 2019
Faisal Abdalla • 14 Juni 2019 20:49
Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) heran dengan tudingan kecurangan terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) pada Pemilu 2019 dari kubu pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Pasalnya, tudingan itu hanya terdengar di pemilihan presiden (pilpres).
 
"Saya agak bingung pelanggarannya di mana, kalau ada pelanggaran sebanyak itu kok enggak lapor Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu)?" kata Komisioner KPU Hasyim Asy'ari di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat, 14 Juni 2019.
 
Hasyim menyebut proses penghitungan dan rekapitulasi suara dilakukan sangat terbuka dan diawasi Bawaslu. Jika ada memang ada kecurangan TSM, Bawaslu pasti sudah menciumnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia juga menyebut dalam rekapitulasi di 34 provinsi, tak ada satu pun saksi peserta pemilu yang mengajukan keberatan terkait kecurangan TSM. Dalam sengketa perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) pemilihan anggota legislatif DPR, tak ada satu pun peserta pemilu yang mendalilkan kecurangan TSM ke MK.
 
"Pemilu ini kan pemilu serentak, pada hari yang sama memilih presiden, anggota DPR, DPD, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota, pemilihnya juga sama. Kok yang (diminta) dibatalkan hanya pilpres saja padahal pemilihnya sama, daftarnya sama, pada hari yang sama," jelas dia.
 
Dalam dalil permohonanya, kubu Prabowo menyebut ada 22.034.193 data pemilih siluman yang dimanfaatkan untuk menggelembungkan suara pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Pemilih siluman itu berasal dari 17,5 juta data pemilih tak wajar yang sudah sempat dipermasalahkan Prabowo ditambah 5,7 juta data pemilih dalam daftar pemilih kusus (DPK) yang ditambahkan pada saat hari pemungutan suara.
 
Baca: Sandiaga: Sengketa di MK Bukan Lagi Soal Prabowo-Sandi
 
Kubu 02 menilai perolehan suara pilpres yang benar adalah Jokowi-Ma'ruf meraup 63.573.169 suara (48%) dan Prabowo-Sandi sebanyak 68.650.239 suara (52%). Sedianya, suara Jokowi-Ma'ruf mencapai 85.607.362 (55,5%), sedangkan Prabowo-Sandi 68.650.239 (45,5%). Prabowo pun menuntut MK memerintahkan KPU untuk menetapkan dirinya sebagai calom presiden terpilih.
 
Dalam petitumnya, kubu Prabowo meminta MK membatalkan Surat Keputusan KPU Nomor 987/PL.01.08KPT/06/KPU/V/2019 tentang Penetapan Hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden, DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRDKabupaten/Kota secara Nasional dalam Pemilu 2019 sepanjang terkait dengan hasil Pilpres 2019. Setidaknya, Prabowo juga meminta MK memerintahkan KPU mengadakan pemungutan suara ulang di beberapa provinsi.

 

(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif