Komisioner KPU, Evi Novida Ginting Manik--Medcom.id/Faisal Abdalla,.
Komisioner KPU, Evi Novida Ginting Manik--Medcom.id/Faisal Abdalla,.

Pintu Parlemen Tertutup untuk OSO

Pemilu pemilu serentak 2019
M Sholahadhin Azhar • 23 Januari 2019 14:18
Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) tak memberi celah bagi Oesman Sapta Odang (OSO) masuk ke parlemen. Komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik menyebut ada pihak lain yang senasib dengan OSO, namun mundur dari partai.
 
"Ada 203 calon DPD yang telah mengundurkan diri atau berhenti dari partai politik untuk menjadi calon DPD," kata Evi di kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jakarta Pusat, Rabu, 23 Januari 2019.
 
Menurutnya, tak mungkin pihaknya memberi kelonggaran pada OSO. Sebab 203 calon lainnya sepakat menaati aturan, bahwa tiap anggota DPD tak menjadi bagian dari partai politik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Apalagi sudah konstitusi yang mengatakan bahwa mereka itu harus mengundurkan diri dari kepengurusan partai politik," tegas Evi.
 
Baca: OSO Ngotot Ogah Mundur sebagai Ketum Hanura
 
OSO, kata dia, menjadi satu-satunya calon yang tidak mau menyerahkan surat pengunduran diri dari kepengurusan parpol. Evi menyebut pihaknya tak ambil pusing dengan sikap ngotot ketua umum Partai Hanura itu.
 
Sebab, pihaknya telah memberi tenggat hingga 22 Januari 2019 untuk mundur. Alhasil nama OSO tetap tak dicantumkan dalam surat suara.
 
"Tidak mengubah Daftar Calon Tetap (DCT). Kami tidak mengubah itu karena tidak memasukkan Pak OSO. Dia tetap wajib memenuhi syarat," terang Evi.
 
Polemik terkait pencalonan OSO ini terus bergulir. Baik KPU dan OSO sama-sama tidak mau mengalah. Terakhir, KPU memberi kesempatan bagi OSO untuk mundur pada 22 Januari 2019.
 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi