Penyandang Disabilitas Mental Bisa Didampingi Saat Nyoblos

Faisal Abdalla 24 November 2018 04:02 WIB
pemilu serentak 2019
Penyandang Disabilitas Mental Bisa Didampingi Saat Nyoblos
ilustrasi Medcom.id
Jakarta:Komisi Pemilihan Umum (KPU) bakal memasukkan penyandang disabilitas mental sebagai daftar pemilih Pemilu 2019. Penyandang disabilitas mental bisa didampingi ketika mencoblos. 

"Pelaksanaannya nanti kalau kondisinya sehat, maka tidak perlu pendamping, kedua dalam hal diperlukan pendamping, sama seperti penyandang disabilitas lainnya, itu dimungkinkan," kata Komisioner KPU Viryan Azis di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, 23 November 2018. 


Viryan mengatakan, yang bisa dijadikan pendamping bagi pemilih penyandang disabilitas bisa perawat ataupun kelompok panitia pemungutan suara (KPPS). Nantinya mereka bisa membatu pemilih untuk mencoblos. 

"Misalnya dalam kondisi yang kurang begitu sehat tapi dia bisa memutuskan memilih partai X, katakanlah seperti itu, maka pendamping pemilihnya mencobloskan," terang Viryan. 

Namun begitu, ada aturan yang tetap harus dipatuhi bagi para pendamping pemilih penyandang disabilitas mental. Mereka harus menjaga kerahasiaan pemilih. 

Nantinya, pendamping diwajibkan untuk mengisi formulir C3. Formulir itu merupakan pernyataan pendamping merahasiakan pilihan pemilih. 

"Dalam penyaluran hak pilih salah satunya bersifat rahasia, wajib untuk menjaga kerhasiaan pilihan pemilih," tandas Viryan.



(LDS)

metro tv
  • OpsiOpsi
  • kick andyKick Andy
  • economic challengesEconomic Challenges
  • 360360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id