Rencana Penghapusan Pajak Bermotor Disebut Janji Palsu

M Sholahadhin Azhar 24 November 2018 05:20 WIB
pemilu serentak 2019
Rencana Penghapusan Pajak Bermotor Disebut  Janji Palsu
Pemeriksaan pajak kendaraan bermotor. (ANT/GALIH PRADIPTA)
Jakarta:Juru bicara Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN-KIK) Arya Sinulingga menyebut, wacana penghapusan pajak bermotor tak masuk akal. Isu yang digulirkan PKS itu dianggap sebagia janji palsu.

"Saya khawatir teman-teman PKS karena tahu susah menang, akhirnya menjanjikan sesuatu yang tidak realistis," kata Arya di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, 23 November 2018.


Menurutnya, ide atau gagasan itu terlahir dari kondisi yang kebingungan. PKS sendiri dinilai dalam posisi yang susah menghadapi Pemilu 2019. Sehingga keluarlah ide-ide tak masuk akal yang dianggap bisa mendongkrak elektabilitas.

Padahal jika berpikir jernih, Arya menyebut dari sisi sirkulasi kendaraan hal itu tak mungkin dilakukan. Sebab pajak sejatinya merupakan kewajiban warga negara. Lagipula, bisa dibayangkan jika kendaraan bermotor bebas pajak.

"Kalau pajak kendaraan dihilangkan, kendaraan makin banyak makin kurang?," tanya Arya.

Selain itu, ia menyebut, yang dibutuhkan negara bukanlah memperbanyak kendaraan pribadi. Tantangan ke depan yakni menciptakan ekosistem berkendara yang ramah lingkungan. Sehingga membutuhkan kendaraan umum yang melimpah dan mengurangi emisi CO2.

"Yang benar harusnya adalah makin memperbanyak transportasi publik," kata dia.

Lebih lanjut, ia menyebut ada standar ganda dari PKS terkait transportasi. Di satu sisi, partai itu ngotot melenggang mencalonkan kader sebagai  Wakil Gubernur DKI. Di sisi lain, malah berwacana membebaskan pajak kendaraan bermotor.

"Jangan-jangan PKS enggak bisa jadi Wakil Gubernur DKI Jakarta, kayaknya Gerindra cocok kayaknya." kata Arya.




(LDS)

metro tv
  • OpsiOpsi
  • kick andyKick Andy
  • economic challengesEconomic Challenges
  • 360360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id