Juru bicara TKN Arya Sinulingga. Foto: Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.
Juru bicara TKN Arya Sinulingga. Foto: Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.

Sudirman Said Dianggap Tak Konsisten

Pemilu freeport pilpres 2019 Jokowi-Ma`ruf
M Sholahadhin Azhar • 21 Februari 2019 19:13
Jakarta: Pemaparan eks Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said tentang pertemuan tertutup Presiden Joko Widodo dan perwakilan PT Freeport dianggap tak konsisten. Pasalnya, saat menjadimenteri, Sudirman menyatakan Presiden Joko Widodo menekan Freeport.
 
"Sudirman Said tidak konsisten dengan apa yang dia sampaikan dulu. Di 2015, Pak Sudirman sudah diwawancarai media tentang itu," kata juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga, di Menteng, Jakarta, Kamis, 21 Februari 2019.
 
Saat menjadi menteri, Sudirman menjelaskan Jokowi yang menekan Freeport untuk divestasi saham. Sampai sekarang, presiden konsisten melakoni komitmennya supaya negara memiliki saham mayoritas di perusahaan asing itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Atas dasar ini, Sudirman dinilai Arya telah melakukan pembohongan publik. Pasalnya, apa yang dikatakannya sekarang berbeda dengan penjelasannya dulu. "Pak Sudirman itu cari sensasi dan membuat salah satu skandal," sebut Arya.
 
Sebelumnya, Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Sudirman Said mengungkapkan ada pertemuan khusus Presiden dan Bos Freeport James R Moffett di Istana pada 2015. Pertemuan itu, kata Sudirman, yang memprakarsai terbitnya surat 7 Oktober 2015 yang sempat heboh.
 
"Surat 7 Oktober 2015. Jadi surat itu seolah-olah saya yang memberikan perpanjangan izin (Freeport), itu persepsi publik," kata Sudirman, Rabu, 20 Februari 2019.
 
Baca: TKN Enggan Bongkar Keburukan Sudirman Said
 
Sementara itu, Kementerian ESDM menyatakan beberapa kesepakatan yang terjadi di sektor pertambangan dilakukan di masa kepemimpinan Menteri Ignasius Jonan. Hal ini merespons tudingan adanya pertemuan rahasia antara Presiden Joko Widodo dengan Moffett.
 
"Waktu saya ditugaskan (jadi Menteri ESDM) Oktober 2016, Presiden arahannya coba (perundingan Freeport) diselesaikan. Saya sempat tawarakan Presiden untuk bertemu CEO Freeport McMoran, waktu itu sudah Richard Adkerson (bukan James Moffet), tapi Presiden tidak mau bertemu. Karena sudah ada arahan Presiden kepada kami, dan sudah jelas. Harus divestasi 51 persen, bangun smelter, mengubah KK jadi IUPK dan penerimaan negara harus lebih besar. Sudah itu saja. Lalu kita di Tim Menteri yang berunding dengan Freeport, yang hasilnya sudah kita ketahui semua," ungkap Jonan, Kamis, 21 Februari 2019.

 

(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif