Juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga Andre Rosiade (berdiri) bersama politikus PDI Perjuangan Masinton Pasaribu. MI/Susanto.
Juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga Andre Rosiade (berdiri) bersama politikus PDI Perjuangan Masinton Pasaribu. MI/Susanto.

Klaim Kemenangan BPN Berdasarkan Pengumpulan Dokumen C1

Pemilu pilpres 2019 Prabowo-Sandi
Candra Yuri Nuralam • 20 April 2019 11:30
Jakarta: Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto telah mendeklarasikan kemenangan pada Pilpres 2019. Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Andre Rosiade mengatakan klaim kemenangan itu berasal dari dokumen C1 yang dikumpulkan para saksi.
 
"Saat ini kita sudah mengumpulkan C1 plano 60 persen data yang masuk ke BPN. Berdasarkan C1 plano yang masuk ke BPN, Pak Prabowo mengumumkan dan menyatakan kemenangannya," kata Andre di kediaman Prabowo di jalan Kartanegara 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat, 19 April 2019.
 
Baca: Menkominfo Minta Paslon Tak Deklarasi Kemenangan

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dokumen C1 dikumpulkan dari seluruh saksi yang berada di tempat pemungutan suara (TPS). Andre menjelaskan Partai Gerindra setidaknya memiliki dua saksi di setiap TPS. Para saksi melaporkan langsung hasil akhir perolehan suara di TPS kepada DPP Partai Gerindra.
 
Data yang masuk itu direkapitulasi oleh pengurus di DPP Partai Gerindra. Setelah dihitung, ternyata dukungan yang diperoleh pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mencapai 60 persen.
 
"Lalu diumumkan (kemenangan) oleh Pak Prabowo," ujar Andre.
 
Andre tak percaya dengan hasil hitung cepat yang dilakukan lembaga survei arus utama yang sebagian besar menyatakan pasangan nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma'ruf Amin. BPN menilai hasil hitung cepat lembaga survei arus utama itu sarat kepentingan.
 
"Pertanyaannya, rakyat berhak bertanya anda membiayai siapa, apakah mungkin anda mau mengeluarkan uang miliaran rupiah dari kantong anda sendiri, ini publik kurang tau loh siapa yang membiayai anda," tutur Andre.
 
Baca: Hasil Sementara Situng KPU: Jokowi-Ma'ruf 54,89% Prabowo-Sandi 45, 11%
 
Andre heran dengan hasil hitung cepat tersebut. Karena, hasil itu berbeda jauh dengan data yang dimiliki BPN.
 
"Kami juga berhak bertanya karena anda mengisi ruang publik dengan menyatakan dalam tiga empat bulan terakhir Bapak Jokowi menang besar. Ada 12 persen error dari lembaga survei lembaga survei yang selama ini membangun narasi dan opini Pak Jokowi menang telak," pungkas Andre.
 

(DRI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif