Masyarakat Diminta Tidak Saling Mengkafirkan dalam Pemilu

Budi Arista Romadhoni 21 November 2018 19:51 WIB
pilegpilpres 2019pemilu serentak 2019
Masyarakat Diminta Tidak Saling Mengkafirkan dalam Pemilu
Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono saat memberikan paparan di Gumaya Tower Hotel Semarang, Rabu, 21 November 2018. Medcom.id/Budi Arista Romadhoni
Semarang: Kepolisian Jawa Tengah, meminta pendukung dan peserta kontestasi Pemilu 2019 tidak membawa politik identitas sebagai bahan kampanye. Sebab, serangan politik identitas di media sosial makin marak terjadi.

"Yang kami antisipasi adalah politik identitas agama, yang mengkafirkan satu sama lain jangan sampai terjadi," kata Kapolda Jawa tengah, Irjen Pol Condro Kirono dalam Rapat Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Jawa Tengah, di Gumaya Tower Hotel, Semarang, Rabu, 21 November 2018.


Condro meminta politik identitas negatif jangan sampai dibawa ke kegiatan politik atau kampanye. Pihaknya memprediksi politik identitas pasti akan terjadi di Jawa Tengah.

"Ada data dari lembaga survei LSI,  publik merasa khawatir, Pemilu 2019 akan ada pembelahan karena isu agama, publik yang khawatir ada 64,2 persen. Kenapa? karena pengalaman Pilkada Jakarta," terangnya.

Ia berharap ulama, warga dan pemerintah bisa bersatu kembali mengawal proses demokrasi Pemilu 2019 nanti. Hal ini berkaca ke Pemilihan Kepala Daerah Jawa Tengah (Pilkada Jateng) 2018.

Dia menyebut publik menginginkan pemerintah, ulama, dan calon yang mengedepankan kebangsaan.

Condro juga meminta KPU dan Bawaslu segera melakukan sosialisasi proses pencoblosan. Pasalnya, pemilih nantinya akan menentukan calon pemimpinnya di lima surat suara.

"Pemilu 2019 harus aman dan damai," kata dia.



(SUR)

metro tv
  • OpsiOpsi
  • kick andyKick Andy
  • economic challengesEconomic Challenges
  • 360360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id