Sekretaris TKN-KIK Hasto Kristiyanto. Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.
Sekretaris TKN-KIK Hasto Kristiyanto. Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.

Prabowo Ibarat Menepuk Air di Dulang

Pemilu pilpres 2019 Jokowi-Ma`ruf Prabowo-Sandi
M Sholahadhin Azhar • 30 Desember 2018 19:41
Jakarta: Sekretaris Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN-KIK) Hasto Kristiyanto menyebut ada kontradiksi dari kompetitor. Hal ini terkait penolakan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga atas usulan tes baca Alquran yang digulirkan Ikatan Dai Aceh.
 
Karena selama ini Prabowo Subianto selalu disebut sebagai calon pemimpin pilihan ulama melalui ijtima'.
 
"Seperti peribahasa, menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri," ujar Hasto di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu, 30 Desember 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Jokowi Masih Unggul dari Prabowo
 
Hasto menilai usulan tes baca Alquran ini merupakan koreksi dari masyarakat Aceh. Khususnya, kepada sejumlah pihak yang menggunakan isu agama dalam Pilpres 2019.
 
"Tes baca Alquran kami melihat ini cara masyarakat Aceh untuk mengoreksi (kelompok) yang mencoba kemarin menggunakan isu-isu agama," sebut Hasto.
 
Hasto mengingatkan seluruh pihak tak mempermainkan agama demi kepentingan sebuah kelompok. Agama seharusnya digunakan membangun peradaban.
 
“Para pendiri bangsa ini telah sepakat dengan pancasila yang menyatukan kita sebagai bangsa besar dari Sabang sampai Marauke,” jelasnya.
 
Baca: Usulan Tes Baca Alquran Aspirasi Masyarakat Aceh
 
Sejatinya, TKN-KIK tak masalah dengan usulan tes Alquran tersebut. Calon presiden Joko Widodo dan calon wakil presiden Ma'ruf Amin bersedia mengikuti tes.
 
Namun, Ia menyebut, syarat sebagai capres dan cawapres telah diatur dalam Undang-undang Dasar 1945. Hanya saja, Ia meminta tak ada lagi pihak yang meragukan keislaman Jokowi dan Ma'ruf.
 
“Persyaratan presiden dan wakil presiden itu sepenuhnya mengacu kepada Pasal 10 dari Peraturan KPU Nomor 22. Tapi yang jelas, dengan ajakan baca Alquran ini, jangan lagi ragukan keislaman Pak Jokowi dan KH Ma'ruf Amin," pungkas Sekjen PDI Perjuangan itu.
 


 

(DRI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif