Tak Ada <i>Deal</i> Politik Jokowi dengan Yusril
Pakar hukum Yusril Ihza Mahendra dan Ketua TKN-KIK Erick Thohir. Foto: Istimewa.
Jakarta:Perekrutan Yusril Ihza Mahendra sebagai kuasa hukum Joko Widodo-Ma'ruf Amin murni didasari profesionalitas. Tidak ada kesepakatan politik untuk merayu Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) itu. 

"(Jangankan PBB), kami yang bersembilan (partai pendukung) saja tidak pernah membicarakan portofolio jabatan, enggak pernah," ujar Wakil Ketua Tim Kampanye Koalisi Indonesia Kerja Arsul Sani di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 7 November 2018.


Ia menyebut pihaknya sempat terpikir mendekati Yusril melalui jalur politik. Sebagai sesama politisi, tidak perlu berlama-lama lobi. 

Apalagi Yusril menjabat ketua umum partai dengan pengaruh yang kuat. Namun nyatanya hal tersebut tiak dilakukan. 

"Kami memutuskan tidak bicara itu dulu ke Pak Yusril," kata Arsul.

Dia bilang TKN butuh waktu dua bulan sejak September lalu untuk mendekati Yusril. Tidak ada urusan politik karena pihaknya memang menginginkan pendampingan di bidang hukum. 

"Jadi ketika ketemu, memang Pak Erick Thohir menyampaikan meminta dia menjadi advokat," sebut Arsul.

Menurut Asrul, jika nanti PBB bergabung tentu karena keputusan Ketum dan kesepakatan para anggota partai. Sebab TKN belum membahas hal tersebut saat merekrut Yusril. 

Sebelumnya, Yusril mengakui bahwa partainya memang tidak pernah dibahas dalam pendekatan TKN.   Apalagi, kata dia, PBB sampai sekarang belum memutuskan memberi dukungan ke pasangan calon tertentu. 

Yusril mengatakan pihaknya memang tidak dalam posisi memberikan dukungan. Kalau pun mau mendukung masih dilakukan secara informal.

"Masalah itu akan dibahas dan diputuskan bulan Desember nanti dalam Rakornas PBB," kata Yusril.



(SCI)

metro tv
  • OpsiOpsi
  • kick andyKick Andy
  • economic challengesEconomic Challenges
  • 360360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id