Perludem menggelar diskusi soal evaluasi debat perdana Pilpres 2019/Medcom.id/Whisnu Mardiansyah
Perludem menggelar diskusi soal evaluasi debat perdana Pilpres 2019/Medcom.id/Whisnu Mardiansyah

Kisi-kisi Menyulitkan Publik Menilai Capres Cawapres

Pemilu debat capres cawapres pilpres 2019
Whisnu Mardiansyah • 20 Januari 2019 12:05
Jakarta: Kisi-kisi debat untuk capres cawapres menyulitkan publik menilai calon pemimpin. Publik ingin tahu sedalam apa calon pemimpin memahami kondisi masyakat.
 
Debat pertama yang terlanjur berjalan dengan kisi-kisi justru membuat paslon terpaku pada catatan. Debat perdana Kamis malam, 17 Januari 2019 kurang 'greget'.
 
"Jadi tidak muncul dialektika yang cukup dinamis dalam proses debat karena mereka paslon sudah terpatri dengan jawaban yang dipersiapkan," kata peneliti Perludem Fadli Ramadhanil dalam diskusi 'Evaluasi Debat Pilpres 2019' di kawasan Jakarta Selatan, Minggu, 20 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Kaum Milenial Diharap Tak Apatis Usai Debat Perdana
 
Debat, terang Fadli, sebaiknya mengelaborasi pengetahuan kandidat. Calon pemimpin memang harus menyiapkan diri menghadapi segala sesuatu.
 
"Jadi cukup berikan tema besarnya saja, dan biarlah paslon menyiapkan diri serbaik-bainya dari begitu besarnya ruang lingkup tema," ucap dia.
 
Baca: Masyarakat Diminta Tetap Pelototi Debat Pilpres
 
Di sisi lain, KPU memutuskan tak lagi memberi kisi-kisi untuk debat selanjutnya. Keputusan diambil setelah mereka menggelar evaluasi debat perdana.
 
Paslon tidak akan mengetahui sama sekali model pertanyaan yang akan diajukan kepada mereka. Komisioner KPU Wahyu Setiawan menegaskan sebagai pelayan publik di bidang kepemiluan, KPU terbuka menerima kritik dan saran termasuk kritik terkait pelaksanaan debat.
 
Baca: Kisi-kisi Pertanyaan Debat Tak Diberikan Lagi
 
Debat kedua akan dilaksanakan pada 17 Februari 2019 dengan format debat antarcalon presiden. Debat kedua akan mengangkat tema energi dan pangan, sumber daya alam dan lingkungan hidup, dan infrastuktur.
 

(OJE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif