Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma'ruf Amin mengikuti debat pertama Pilpres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta. Foto: MI/Ramdani.
Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma'ruf Amin mengikuti debat pertama Pilpres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta. Foto: MI/Ramdani.

Bukti Seleksi CPNS Tanpa Celah Era Jokowi

Pemilu debat capres cawapres pilpres 2019
18 Januari 2019 11:20
Jakarta: Proses seleksi aparatur sipil negara (ASN) disinggung dalam debat perdana Pilpres 2019. Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo pun memaparkan bila rekrutmen ASN berjalan transparan dan akuntabel, bahkan terhadap anaknya.
 
Kahiyang Ayu, putri Jokowi, tidak lolos saat mengikuti seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) pada Oktober 2017. Saat itu, Kahiyang mengincar posisi pemeriksa pertama Pemerintah Kota Surakarta.
 
"Anak saya tidak bisa diterima di situ karena memang tidak lulus," kata Jokowi dalam debat pilpres, Kamis, 17 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kahiyang mengantongi total poin 300, dengan rincian nilai tes wawasan kebangsaan (TWK) 50, tes intelegensia umum (TIU) 95, dan tes karakteristik pribadi (TKP) 155. Berdasar peraturan CPNS saat itu, peserta dinyatakan lolos bila memenuhi passing grade 70 di TWK, 75 di TIU, dan 126 di TKP.
 
Rekrutmen ASN bersih ini tetap dijaga pemerintah Jokowi pada CPNS 2018. Pemerintah membuka lowongan baru menjadi PNS untuk 238.015 posisi, terdiri atas 51.271 formasi untuk 76 kementerian dan lembaga di tingkat pusat, dan 186.744 formasi untuk 525 pemerintah daerah seluruh Indonesia.
 
Pemerintah Indonesia mencari talenta terbaik di antara jutaan anak bangsa untuk mengabdi kepada negara. Sejak awal, pelaksanaan seleksi CPNS tahun 2018 ini sudah dipersiapkan dengan matang.
 
Baca: Rekrutmen Pejabat Publik Berdasarkan Kompetensi
 
"Tidak boleh cacat, harus berlangsung transparan dan bersih," kata Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafruddin.
 
Pada CPNS 2018, negara sampai melibatkan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk membantu pengamanan pelaksanaan seleksi. Selain pengamanan fisik, Polri menjaga pelaksanaan CPNS dari ancaman siber dan peretas.
 
"Supaya mereka yang berjuang, ikut seleksi CPNS, bisa menerima hasilnya dengan ikhlas. Kalau dia lulus, alhamdulillah. Kalau tidak lulus, dia akan menerima," ungkap Syafruddin.
 

 

(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif