Ketua Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN-KIK) Erick Thohir - Faisal Abdalla.
Ketua Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN-KIK) Erick Thohir - Faisal Abdalla.

Hak Pilih Penyandang Disabilitas Mental Diserahkan ke KPU

Pemilu pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Candra Yuri Nuralam • 27 November 2018 19:55
Jakarta: Ketua Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Erick Thohir, menyerahkan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) soal nasib hak pilih penyandang disabilitas mental. KPU diyakini paham betul konsekuensi atas kebijakan yang diambil.
 
“Saya rasa ini keputusan dari KPU sendiri," kata Erick di kawasan Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa, 27 November 2018.
 
Menurut Erick, penyandang disabilitas sejatinya bakal kesulitan dalam proses pencoblosan. Mereka yang kena gangguan jiwa harus mendapat pendampingan ketika masuk bilik suara. Namun, Erick menilai kebijakan KPU yang tetap memasukkan penyandang disabilitas mental ke dalam Daftar Pemilih Tetap(DPT) sebagai bentuk akomodasi hak pilih setiap warga negara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Masyarakat dengan kebutuhan khusus wajib kita layani layaknya kita semua. Kemarin juga Bapak Jokowi dan beberapa menteri ingin meningkatkan fasilitas publik yang bisa mendukung untuk mereka dengan kebutuhan khusus," jelasnya.
 
Baca:Penyandang Disabilitas Mental Perlu Izin Dokter
 
Sebelumnya, KPU memperbolehkan seseorang yang memiliki gangguan kejiwaan tercatat dalam DPT. Kebijakan ini juga berdasarkan rekomendasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
 
Komisioner KPU Pramono Ubaid menjelaskan, bedasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) No 11 tahun 2018, tentang pemilih di dalam negeri, telah mengatur seseorang yang mengalami disabilitas. Salah satu kategorinya yakni disabilitas mental.
 

(AGA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif