Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono. MI/Susanto.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono. MI/Susanto.

10 Ribu Personel Kawal Demonstrasi di Bawaslu

Pemilu unjuk rasa
Siti Yona Hukmana • 10 Mei 2019 11:53
Jakarta: Gerakan Nasional Pengawal Fatwa(GNPF) Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Alumni 212 akan berunjuk rasa di depan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pada Jumat, 10 Mei 2019 siang. Sebanyak 10 ribu personel gabungan akan disiagakan mengawal jalannya aksi.
 
"Ada 10 ribu personel gabungan sudah disiapkan. Nanti anggota berdiri di jalan, ada yang menggunakan seragam ada yang tidak menggunakan seragam, ada juga yang mengatur lalu lintas," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat, 10 Mei 2019.
 
Rekayasa lalu lintas di Jalan MH Thamrin akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Argo mengatakan rekayasa lalu lintas akan diberlakukan jika massa berkonvoi di jalan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita lihat saja nanti ya ada atau tidak konvoi," ujarnya.
 
Argo berharap massa berdemonstrasi dengan tertib. Para demonstran diminta mematuhi Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.
 
Baca: Masyarakat Indonesia Maju Beri Dukungan untuk KPU
 
"Yang penting pada prinsipnya untuk menyampaikan pendapat di muka umum itu tidak absolut, salah satunya tidak menganggu ketertiban umum," tuturnya.
 
Argo menyebut peserta aksi harusnya melayangkan surat pemberitahuan ke polisi. Karena sampai saat ini Polda Metro Jaya belum menerima surat pemberitahuan aksi di depan Bawaslu tersebut.
 
"Harus memberitahukan kepada pihak kepolisian. Kalau misalnya tidak ada pemberitahuan berarti ilegal. Kalau itu menganggu ketertiban umum bisa dibubarkan, personel sudah ada semua," tukasnya.
 
Sebelumnya, beredar selebaran yang berisikan 'Ayo Kawal Ulama dan Koalisi Umat Lapor Kecurangan Pemilu ke Bawaslu'. Dalam selebaran itu tertulis aksi tersebut bukan demonstrasi melainkan menyampaikan laporan.
 
Aksi melapor ke Bawaslu secara berbondong-bondong itu dilakukan usai salat Jum'at. Mereka berencana menunaikan ibadah salat Jumat di Masjid Istiqlal dan berkonvoi ke Bawaslu.
 

(DRI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif