Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Amin Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Foto: Antara/Aprilio Akbar
Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Amin Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Foto: Antara/Aprilio Akbar

Kampanye Berisi Kebohongan Berlangsung Sistematis

Pemilu debat capres cawapres pilpres 2019 Jokowi-Ma`ruf Prabowo-Sandi
23 Januari 2019 09:11
Jakarta: Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Amin Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menuding kampanye kubu Prabowo-Sandi kerap tidak relevan dan penuh dengan kebohongan. Lebih parah lagi, terkadang logikanya dibalik-balik.
 
Dedi Mulyadi mencontohkan, unggahan video di media sosial yang memperlihatkan sejumlah petani membuang cabe ke jalan karena harganya jatuh. Ada pula video pembuangan buah naga ke sungai karena alasan yang sama.
 
Turunnya harga barang, menurut Dedi, lebih disebabkan kondisi di pasaran. Saat ketersediaan barang melebihi jumlah permintaan, harganya dipastikan turun. Begitu pula sebaliknya. Untuk menstabilkan harga, diperlukan pengaturan produksi barang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: TKN Ingin Debat Capres Lebih Dialogis
 
Selain itu, Dedi menyebutkan contoh lainnya terkait infrastruktur jalan. Di satu sisi ada yang mengatakan bagus, tapi di sisi lain dikatakan pembangunan infrastruktur tidak bermanfaat.
 
"Saya mengerti mereka ingin meraih simpati pemilih, tapi tolong logika politiknya dijaga. Jangan bikin kekacauan," kata Dedi dikutip dari Media Indonesia, Rabu, 23 Januari 2019.
 
Ia menduga orang yang memprotes jalan rusak juga tidak mengetahui pihak yang berwenang mengelola jalan tersebut. Misalnya, mereka hanya menyalahkan presiden, padahal jalan yang rusak merupakan kewenangan pemerintah provinsi atau daerah.
 
"Informasi tersebut dibuat sistemik yang sengaja ditampilkan dalam wacana publik agar publik tidak bisa membedakan mana hoaks mana yang asli. Bahaya kalau publik sudah bingung membedakan itu," ungkap Dedi.
 

 

(FZN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi