Bawaslu Antisipasi Laporan Hoaks
Anggota Bawaslu Mochamad Afifudin. Foto: MI/Ramdani.
Jakarta: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menerima banyak laporan dugaan pelanggaran kampanye. Bawaslu membutuhkan waktu untuk mengkaji dan menyortir laporan-laporan tersebut, termasuk adanya laporan hoaks.
 
Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin mengatakan pihaknya belum merekap berapa total jumlah laporan yang sudah masuk ke Bawaslu selama hampir satu bulan masa kampanye.
 
"Kalau di tingkat Bawaslu RI, ada laporan dari kanan kiri (dua kubu capres cawapres), tetapi jumlahnya belum direkap," kata Afif ditemui di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu, 10 Oktober 2018.
 
Afif menjelaskan sejumlah laporan yang masuk berkaitan dengan pejabat negara yang menyatakan dukungannya kepada paslon tertentu, termasuk laporan terhadap Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani terkait pose satu jari di acara IMF-World Bank Annual Meeting di Bali beberapa waktu lalu.
 
Selain itu, ada pula laporan terkait kasus kabar bohong aktivis Ratna Sarumpaet. Semua laporan-laporan itu masih dalam tahap kajian Bawaslu.

Baca: Pilihan Politik Generasi Milenial Sulit Diprediksi


Bawaslu DKI Jakarta juga menangani kasus dugaan pemasangan alat peraga kampanye videotron yang diduga tidak pada tempatnya.
 
Di daerah lain, ada laporan terkait kepala daerah yang menyatakan dukungan terhadap peserta pemilu, "Itu kasus yang ada di daerah, kita berikan ke daerah untuk menindak," katanya.
 
Afif meminta semua pihak bersabar. Pasalnya, Bawaslu membutuhkan waktu untuk mendalami laporan tersebut kasus per kasus.
 
"Sekarang kita butuh waktu mendalami. Setelah semua terklarifikasi, jika ada hal yang bisa kita sampaikan pasti kami sampaikan," ujarnya.





(FZN)

metro tv
  • OpsiOpsi
  • kick andyKick Andy
  • economic challengesEconomic Challenges
  • 360360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id