calon wakil presiden Maruf Amin. MI/Pius Erlangga
calon wakil presiden Maruf Amin. MI/Pius Erlangga

Ma'ruf Akui Sering Kena Bullying

Pemilu pilpres 2019 Jokowi-Ma`ruf
Dian Ihsan Siregar • 07 Januari 2019 05:00
Jakarta: Ma'ruf Amin mengaku sering mendapatkan lontaran perundungan atau bullying setelah menjadi calon wakil presiden (Cawapres).

Ma'ruf mengatakan bullying tersebut ia dapatkan lantaran keputusan untuk mendampingi Joko Widodo (Jokowi) dalam Pilpres 2019. Bahkan, ada yang menganggap dirinya seharusnya mundur menjadi ulama. 

"Ulama itu kepercayaan para rosul, sepanjang dia tidak berkolaborasi dengan sultan, dengan pemerintah. Jadi dianggapnya saya dianggap tidak ulama lagi tidak ulama urrasul," celoteh Ma'ruf di Kantor DPP PPP, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu malam, 6 Januari 2019. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Menurut Ma'ruf, mereka yang tidak pantas disebut ulama sebenarnya yaitu seseorang yang mendukung sosok pemimpin zahil dan tidak adil. Sedangkan sosok Jokowi merupakan pribadi yang saleh dan baik hati.  "Itu tentu sultan yang jahil, sultan yang zalim. Kalau sultan yang adil kata Rasulullah Al Sultonu Zilluloh fil Ardhi. Pemerintah itu sultan itu bayangan Allah di bumi, karena dia akan melaksanakan tugas-tugas Allah," tutur dia.

Meski dapat cercaan dari orang, Ma'ruf tetap senang. Sebab masih banyak masyarakat mendukungnya. Tanpa terkecuali Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang sampai saat ini mendukung pencalonan dirinya bersama Jokowi. 

"Saya ikut bahagia. Saya terima kasih karena PPP mendukung pencalonan pak Jokowi sebagai presiden dan saya sebagai calon wakil presiden. Walaupun banyak dibully dari mana saja," tukas dia.


(SCI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi