Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini. MI/M Irfan.
Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini. MI/M Irfan.

Pemidanaan Dua Anggota KPU oleh Hanura Janggal

Pemilu kpu
Fachri Audhia Hafiez • 23 Desember 2018 04:08
Jakarta: Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) mempertanyakan alasan Hanura hanya mempidanakan dua anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU). Padahal, pengambilan keputusan lembaga tersebut tak dilakukan secara individual.
 
"Langkah untuk pemidanaan itu sendiri kan sudah tidak tepat, tetapi harus dipahami bahwa pengambilan keputusan di internal KPU itu kolektif kolegial," kata Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini saat dihubungi Medcom.id, Sabtu, 22 Desember 2018.
 
Partai Hanura telah melaporkan Ketua KPU Arief Budiman dan Komisioner KPU Hasyim Asyari ke Bareskrim Polri. Mereka dilaporkan karena KPU dinilai tak menjalankan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang meminta Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO) dimasukan dalam daftar calon tetap (DCT) anggota DPD.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Titi, status OSO telah dirumuskan melalui rapat pleno KPU untuk pengambilan keputusan tertinggi. Sehingga, kata dia, putusan OSO tak hanya diputus oleh Arief dan Hasyim.
 
(Baca: Hanura Dinilai Salah Jalur)
 
Titi meminta agar KPU bersikap solid terhadap pelaporan tersebut. "Jadi tidak perlu disikapi dengan hal-hal, jadi ya anggap biasa saja enggak perlu dianggap berlebihan," ujar dia.
 
Komisioner KPU Hasyim Asy'ari mengaku tak gentar dengan pelaporan partai Hanura terhadap dirinya. Perkara tersebut dianggap sebagai resiko dalam tugas sebagai komisioner penyelenggara pemilu.
 
"Resiko menjalankan tugas dan disiplin berkonstitusi," singkat Hasyim melalui pesan elektronik.
 

(JMS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif