Presiden Joko Widodo di acara We Are Alumni UI For Jokowi - Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Presiden Joko Widodo di acara We Are Alumni UI For Jokowi - Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

Jokowi: Pilih Pemimpin Negara Jangan Coba-Coba

Pemilu pilpres 2019 Jokowi-Ma`ruf
Siti Yona Hukmana • 12 Januari 2019 18:13
Jakarta: Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo menegaskan dalam memilih pemimpin jangan asal coba-coba. Pemimpin butuh pengalaman.
 
"Diperlukan pengalaman dalam memerintah. Apalagi sebuah negara yang besar seperti Indonesia ini. Jangan coba-coba dong," ujar Jokowi di hadapan ribuan pendukung dari alumnus UI di Plaza Tenggara, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, Sabtu, 12 Januari 2019.
 
Ia menyebut menapaki dunia pemerintahan membutuhkan tahapan dan proses. Dahulu ia adalah seorang pengusaha yang tidak mengerti birokrasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, ia mulai mengelola pemerintahan lewat pemilihan kepala daerah (Pilkada). Kala itu ia masuk dalam kancah pemilihan wali kota Solo, Jawa Tengah.
 
"Pada 2005, saat itu ada empat kandidat, saya ikut, yang tiga ini terkenal. Satu petahana, ketua Kadin dan pengusaha besar, saya tidak ada orang tahu di Solo saat itu. Tetapi ternyata masyarakat memberikan amanah kepada saya. Meskipun menangnya sedikit. Tipis tapi yang penting menang," ungkap Jokowi.
 
Ia menjabat dua periode sebagai wali kota. Kemudian, ia naik ke jenjang menengah, yakni sebagai gubernur DKI Jakarta.
 
"Alhamdulillah saat itu juga atas kehendak Allah dan juga karena keinginan masyarakat DKI yang memberikan amanah, saya masuk ke lingkup lebih menengah mengelola Provinsi DKI Jakarta yang problemnya sangat besar terutama banjir dan macet," imbuh dia.
 
(Baca juga:Jokowi Sudah Menyatu dengan Tema Debat)
 
Ia mengaku dalam menapaki dunia pemerintahan butuh waktu 1,5 tahun hingga 2 tahun untuk belajar. Waktu dari pagi, siang hingga malam, kata dia, habis untuk belajar memahami mengelola birokrasi.
 
"Begitu masuk 1,5 tahun hingga 2 tahun saya baru bisa melakukannya. Kerja secara cepat karena yang namanya manajemen birokrasi, manajemen pemerintahan itu berbeda sekali dengan manajemen di luar pemerintahan," ucap petahana ini.
 
Tak lama, ia menduduki kursi Presiden Republik Indonesia. Jokowi mengaku lebih baik kaena telah memiliki pengalaman yang banyak dalam mengelola kota dan provinsi.
 
"Karena saya memiliki latar belakang pengalaman mengelola kota, mengelola provinsi, waktu masuk ke lingkup pengelolaan negara, manajemen negara. Ya saya biasa-biasa saja karena sudah mengalami itu. Itu lah yang dinamakan begitu sangat pentingnya pengalaman dalam berpemerintahan," tandas dia.
 
Maka itu, ia berharap, masyarakat Indonesia jangan coba-coba dalam menentukan pilihan pada pilpres nanti. "Di sebuah kota saja saya memerlukan 1,5 tahun sampai 2 tahun untuk belajar apalagi belum punya pengalaman langsung mengelola negara. Butuh waktu berapa tahun pertanyaan saya?," pungkas dia.
 

 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif