Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto: Medcom.id/Nur Azizah.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto: Medcom.id/Nur Azizah.

Bawaslu Bogor Putuskan Nasib Anies Besok

Pemilu pilpres 2019
Faisal Abdalla • 10 Januari 2019 20:18
Jakarta: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bogor segera memutus laporan terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait dugaan kampanye terselubung. Anies dilaporkan lantaran mengeluarkan gestur dua jari saat Konferensi Nasional (Konfernas) Partai Gerindra.
 
"Hari kami melakukan kajian internal dan besok lakukan pembahasan kedua bersama Sentra Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu)," kata Ketua Bawaslu Kabupaten Bogor Irvan Firmansyah saat dikonfirmasi, Kamis, 10 Januari 2019.
 
Irvan mengatakan nantinya keputusan Bawaslu Kabupaten Bogor akan dilaporkan secara berjenjang ke Bawaslu RI. Pada pembahasan kedua besok, kesimpulan apakah laporan terhadap Anies ini memenuhi unsur pelanggaran atau tidak akan diambil.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menuru dia, jika dinyatakan tidak memenuhi unsur pelanggaran, kasus ini dihentikan di pembahasan kedua. Apabila dinyatakan memenuhi unsur pelanggaran, kasus akan diteruskan ke penyidikan kepolisian karena tergolong kasus pidana.
 
"Ancamannya sampai tiga tahun penjara," imbuh Irvan.
 
Anies dilaporkan Garda Nasional untuk Rakyat (GNR) karena mengacungkan dua jari yang merupakan simbol pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Anies dituding melanggar Pasal 281 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.
 
Baca: Bawaslu Panggil Anies Baswedan
 
Pasal 281 Ayat 1 UU Pemilu menyatakan kampanye pemilu yang mengikutsertakan presiden, wakil presiden, gubenur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati, wali kota, dan wakil wali kota harus memenuhi beberapa ketentuan. Mereka tidak boleh menggunakan fasilitas dalam jabatannya, kecuali fasilitas pengamanan bagi pejabat negara sebagaimana diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan.
 
Pejabat juga menjalani cuti di luar tanggungan negara. Selain itu, cuti dan jadwal cuti dilaksanakan dengan memerhatikan keberlangsungan tugas penyelenggaraan negara dan penyelenggaraan pemerintahan daerah.
 


 

(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif