Moderator dan panelis debat kedua menunjukkan pakta integritas yang sudah ditandatangani. Medcom.id/Annisa Ayu Artanti
Moderator dan panelis debat kedua menunjukkan pakta integritas yang sudah ditandatangani. Medcom.id/Annisa Ayu Artanti

Moderator dan Panelis Debat Kedua Teken Pakta Integritas

Pemilu debat capres cawapres debat capres pilpres 2019 Jokowi-Ma`ruf Prabowo-Sandi
Annisa ayu artanti • 09 Februari 2019 20:33
Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar penandatanganan pakta integritas untuk debat kedua Pilpres 2019. Moderator dan panelis meneken pakta integritas ini dan diminta tak membocorkan soal debat.
 
"Berbeda dengan yang pertama, KPU dituntut untuk merahasiakan semua pertanyaan yang akan diajukan pada pasangan calon presiden dan wakil presiden. Maka KPU menginisiasi adanya penandatanganan pakta integritas," kata Ketua KPU Arief Budiman di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Sabtu 9 Februari 2019.
 
Selain merahasikan soal-soal debat, kata Arief, KPU juga dituntut membuat jalannya debat lebih menarik. KPU juga harus bisa menyajikan debat yang lebih substantif sehingga masyarakat bisa mengetahui program, serta visi misi kandidat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bukan hanya menarik dalam proses debatnya, tapi juga lebih substansial debat ini mampu mengirimkan pesan apa program visi misi dari masing-masing pasangan calon," ujarnya.
 
Inti pakta integritas yakni moderator dan panelis dilarang membocorkan soal-soal debat. Moderator dan panelis juga harus independen dan tak boleh berpihak. Apabila moderator dan panelis melanggar, akan dikenakan sanksi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
 
Presenter Tommy Tjokro dan Anisha Dasuki jadi moderator debat kedua yang akan digelar pada Minggu, 17 Februari 2019. Sementara tujuh panelis pada debat kedua ini yakni Rektor Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya Joni Hermana, Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria, ahli pertambangan ITB Irwandy Arif, pakar energi UGM Ahmad Agustiawan, pakar lingkungan Undip Sudharto P Hadi, Direktur Eksekutif Nasional Walhi Nur Hidayati, dan Sekjen Konsorsium Pengembangan Agraria (KPA) Dewi Kartika.
 

(AGA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi