Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin - Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.
Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin - Medcom.id/M Sholahadhin Azhar.

Ma'ruf Amin Sebut Partai Punya Banyak Ahli

Pemilu pilpres 2019
M Sholahadhin Azhar • 14 Mei 2019 17:14
Jakarta: Susunan kabinet zaken atau menteri yang diampu orang yang kompeten menjadi keharusan. Namun, tak berarti kabinet harus bersih dari kader partai politik.
 
"Tapi tidak berarti ahli itu bukan (dari) parpol. Partai kan juga punya ahli," ujar calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin di Kantor Majelis Ulama Indonesia, Selasa, 14 Mei 2019.
 
Ma'ruf menyebut tak perlu ada pertentangan soal kompetensi menteri. Sebab, presiden punya hak prerogratif dan partai pendukung juga tak asal jika ingin mengajukan nama.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia percaya usulan nama-nama yang muncul didasari kompetensi atau keahlian. Sehingga bagi dia, kabinet zaken adalah sebuah keharusan.
 
"Politisi, partai juga bisa menugaskan anggotanya yang ahli. Jadi enggak perlu dipertentangkan itu," kata dia.
 
Sejauh ini, Ma'ruf belum mendengar usulan nama dari partai. Ia heran isu kabinet sudah mencuat. Apalagi kemenangan resmi belum diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU).
 
"Belum, itu spekulasi pihak tertentu saja," beber Ma'ruf.
 
(Baca juga:Cak Imin Minta 'Kabinet Zaken' Jokowi Didominasi Partai)
 
Ditanya soal calon menteri dari Nahdlatul Ulama (NU), Ma'ruf tertawa. Ia meminta semua pihak menunggu. "Ya kita lihat nanti lah," kelakar dia.
 
Politikus PKB Abdul Kadir Karding tak sepakat susunan menteri dalam kabinet diisi hanya oleh orang-orang dari kalangan profesional (zaken) jika Joko Widodo kembali menjadi orang nomor satu di Indonesia. Sebab, menurut dia, hal itu malah akan mengesankan jika orang-orang dari partai politik tidak bekerja secara profesional sebagai menteri.
 
"Saya kurang setuju konsep mendikotomikan kalangan profesional dan parpol," kata Karding di Rumah Aspirasi, Jakarta, Jumat, 10 Mei 2019.
 
Ia mengatakan hal itu malah mengesankan orang-orang dari parpol bekerja kurang profesional. Hal ini, menurut dia, justru buruk bagi kondisi politik di Indonesia.
 
Sebab, menurut Karding, negara bagaimanapun turut dibentuk oleh kondisi politik. Oleh karena itu, jajaran menteri kabinet nantinya harus diisi oleh orang-orang yang berkualitas, baik itu dari kalangan parpol maupun profesional.
 
"Menurut saya yang baik adalah siapa saja yang dipilih Pak Jokowi syaratnya mesti orangnya qualified, profesional, integritasnya bagus, dan loyalitasnya bagus," tegas dia.
 

 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif