Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Eriko Sotarduga - Medcom.id/Eriko Sotarduga
Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Eriko Sotarduga - Medcom.id/Eriko Sotarduga

PDIP Sarankan PSI Berkaca Diri

Pemilu pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Whisnu Mardiansyah • 15 Maret 2019 13:09
Jakarta: Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Eriko Sotarduga tak ambil pusing terkait kritik Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terhadap partai-partai koalisi pendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Eriko minta PSI lebih banyak berkaca diri.
 
"Mungkin mereka jauh lebih muda. Artinya, perlu juga dan masyarakat sudah cerdas. Ibarat satu jari menunjuk ke depan, ada juga jari yang menunjuk ke sendiri. Nah, apakah dengan kita menunjuk ke sana, kita tidak berkaca diri," Kata Eriko di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat, 15 Februari 2019.
 
Eriko mempertanyakan kontribusi dan hal-hal yang sudah dilakukan PSI untuk masyarakat selama ini. Ia menyerahkan sepenuhnya penilaian kepada masyarakat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Apakah tugas partai sudah dijalankan dengan benar? Apa yang sudah dilakukan. Itu kan baru jadi bagian kecil yang dilakukan," ujar Eriko.
 
Eriko menyerahkan pada masyarakat untuk menilai tudingan yang dilontarkan PSI. Yang jelas, kata dia, saat ini masih banyak masyarakat yang percaya PDIP. Bahkan elektabilitasnya tertinggi.
 
(Baca juga:Gerindra Nilai Grace Sindir PDI Perjuangan)
 
"Tidak bisa kita katakan, kita menjamin dengan menjelekan pihak lain, kita dapat efek positif. Masyarakat Indonesia tidak senang dengan yang menjelekkan pihak lain, menunjukkan seolah kita sudah berbuat," jelas Eriko.
 
Eriko justru mempertanyakan komitmen PSI dalam mendukung Jokowi-Ma'ruf. Sebagai contoh, ia tak melihat spanduk-spanduk caleg PSI bergambar Jokowi-Ma'ruf.
 
"Paling simpel, di spanduk saya harus ada foto Pak Jokowi-Ma'ruf, coba ditanyakan, apa seperti itu? Karena di kami harusnya saya ingatkan lagi di sini dengan segala kerendahan hati," ucap dia.
 
Sebelumnya, Pidato Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie dalam acara Festival 11 di Medan, Senin, 11 Maret 2019 menyerang sikap partai yang berlabel nasionalis di Indonesia. Dalam pidatonya Grace menyinggung sikap partai nasional yang cenderung mendukung intoleransi dengan mendukung Perda Syariah di sejumlah daerah.
 
"Bagaimana mungkin disebut partai Nasionalis, kalau diam-diam menjadi pendukung terbesar Perda Syariah?" kata Grace.

 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi