Bawaslu: Pemilih Disabilitas Mental Perlu Didata

Media Indonesia, M Sholahadhin Azhar 21 November 2018 12:31 WIB
pilpres 2019pemilu serentak 2019
Bawaslu: Pemilih Disabilitas Mental Perlu Didata
Komisioner Bawaslu Mochammad Afifuddin--Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Jakarta:Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Mochammad Afifuddin menuturkan pemilih disabilitas mental tetap memiliki hak pilih dan perlu difasilitasi untuk dapat masuk ke dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Ia menuturkan selama pemilih disabilitas mental tersebut tidak memiliki halangan permanen, maka yang bersangkutan tetap dapat menggunakan hak pilihnya.

Ia memandang saat ini terdapat juga para pemilih disabilitas mental ringan yang masih memiliki hak pilih. Sehingga, bila nantinya tidak dilakukan pendataan mereka akan kehilangan hak pilihnya.


"Mereka harus tetap didata sebagai pemilih sepanjang tidak ada keterangan mereka punya halangan permanen menggunakan hak pilih. Intinya mereka harus didata sebagai pemilih," kata dia saat dihubungi, Rabu, 21 November 2018.

Baca: Pengidap Gangguan Jiwa Bisa Masuk DPT

Afif menuturkan dasar dalam melakukan pendataan hak pilih terhadap pemilih disabilitas mental ialah adanya putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 135 Tahun 2015.

Dalam amar putusan tersebut menyatakan Pasal 57 ayat (3) huruf a Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat sepanjang frasa “terganggu jiwa/ingatannya” tidak dimaknai sebagai “mengalami gangguan jiwa dan/atau gangguan ingatan permanen yang menurut profesional bidang kesehatan jiwa telah menghilangkan kemampuan seseorang untuk memilih dalam pemilihan umum".

"Potensi penyelamatan hak politik warga yang kita kedepankan. Salah satunya itu dan jangan sampai semua penyandang disabilitas mental langsung tidak didata karena ada juga yang ringan," ungkapnya. (Nurjianto)



(YDH)

metro tv
  • OpsiOpsi
  • kick andyKick Andy
  • economic challengesEconomic Challenges
  • 360360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id