Ketua Bawaslu RI Abhan--Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Ketua Bawaslu RI Abhan--Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

60 Kasus Politik Uang Masih Diproses

Pemilu politik uang pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Siti Yona Hukmana • 20 April 2019 15:27
Jakarta: Sebanyak 60 kasus dugaan politik uang tercatat sejak masa tenang Minggu, 14 April hingga hari pemungutan suara Rabu, 17 April 2019 di Kabupaten dan Kota. Puluhan kasus itu masih diproses.
 
"Dugaan politik uang lebih dari 60. Saat ini proses pengumpulan alat bukti dan tentu ini melalui proses Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) di daerah dengan polisi dan jaksa. Nanti kami lihat, terpenuhi atau tidak tergantung dari pengumpulan alat bukti tersebut," kata Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI Abhan di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Sabtu, 20 April 2019.
 
Menurut Abhan, Bawaslu RI hanya sebagai pengawas utama atau pengontor tertinggi. Sebab, kasus itu titiknya ada di daerah-daerah baik Provinsi maupun Kabupaten atau Kota.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Maka itu, daerah yang mengambil posisi, agar lebih cepat ditangani. Kemarin yang OTT pun kawan-kawan yang di daerah. Seperti Bawaslu DKI Jakarta Utara, Barat atau Timur, di mana dugaan politik uang itu dilakukan," ungkap Abhan.
 
Baca: Bawaslu Jateng Usut 27 Kasus Dugaan Politik Uang
 
Abhan melanjutkan, setelah proses di Sentra Gakkumdu selesai dan 60 kasus politik uang itu terbukti. Maka, peserta pemilu yang terlibat terancam dicabut haknya dalam Pemilu 2019.
 
"Kalau itu dilakukan oleh peserta pemilu dan terpenuhi unsurnya dan terbukti, vonisnya inkrah maka bisa sampai diskualifikasi. Catatannya, kalau dilakukan oleh peserta pemilu dan sudah punya kekuatan hukum tetap," pungkas Abhan.
 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif