Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Arief Sulistyanto - ANT/Hafidz Mubarak A.
Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Arief Sulistyanto - ANT/Hafidz Mubarak A.

Kabareskrim Janji Usut Tuntas Hoaks Surat Suara

Pemilu pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Sunnaholomi Halakrispen • 03 Januari 2019 16:36
Jakarta: Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Arief Sulistyanto memastikan pihaknya akan mengusut tuntas hoaks surat suara tercoblos. Polisi bakal bekerja cepat.
 
"Tim siber Bareskrim bergabung dengan Polda Metro sudah melakukan kegiatan investigasi sampai dengan saat ini," ujar Arief di kantornya, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis, 3 Januari 2019.
 
Dia menegaskan penyebaran informasi bohong harus dipertanggungjawabkan. Arief mengaku bakal menelusuri pihak-pihak yang menyebarkan kebohongan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Siapa yang melakukan, dari pertama siapa yang posting, sampai siapa saja yang ikut di dalam menyebarkan berita yang ternyata tidak benar. Ini harus kita perangi sama-sama," tandas dia.
 
Pengusutan kasus ini, kata dia, upaya yang dilakukan Polri agar proses pemilu berlangsung aman dan kondusif. Polri bersama dengan KPU dan Bawaslu siap melakukan upaya penegakan hukum untuk menjaga proses Pemilu 2019.
 
(Baca juga:Demokrat Bela Andi Arief)
 
Sebelumnya, beredar kabar ada tujuh kontainer yang masing-masing berisi 10 juta surat suara telah dicoblos untuk pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo - Ma'ruf Amin. Kabar bohong itu tersiar melalui rekaman suara di media sosial serta melalui tulisan pesan berantai.
 
Kabar itu semakin ramai setelah Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief ikut mencuitkan kabar tersebut melalui akun Twitter pribadinya.
 
"Mohon dicek kabarnya ada 7 kontainer surat suara yg sudah dicoblos di Tanjung Priok. Supaya tidak fitnah harap dicek kebenarannya karena ini kabar sudah beredar," kicau Andi.
 
Informasi itu dicuitkan Andi sekira pukul 20.05 WIB, Rabu, 2 Januari 2018. Namun beberapa saat kemudian, Andi menghapus tweet tersebut.
 


 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi