Komisioner KPU, Pramono Ubaid Tanthowi - Medcom.id/Ilham Pratama Putra.
Komisioner KPU, Pramono Ubaid Tanthowi - Medcom.id/Ilham Pratama Putra.

KPU Akan Sampaikan Keberatan Perbaikan Permohonan Kubu Prabowo

Pemilu Sidang Sengketa Pilpres 2019
Faisal Abdalla • 14 Juni 2019 08:02
Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menyampaikan keberatan terkait berkas perbaikan permohonan sengketa perselisihan hasil pemilu (PHPU) yang diajukan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Pasalnya, dalam aturan tak disebutkan mengenai perbaikan dokumen untuk sengketa Pilpres.
 
"Iya nanti kami akan sampaikan keberatan kami atas perbaikan permohonan itu," kata Komisioner KPU, Pramono Ubaid Tanthowi di Gedung KPU, Jakarta, Kamis, 13 Juni 2019.
 
Pramono mengatakan aturan itu merujuk pada Peraturan MK (PMK) Nomor 4 Tahun 2018 serta PMK Nomor 1 Tahun 2019 tentang Tahapan, Program, dan Jadwal Perselisihan Hasil Pemilu (PHPU). Dalam kedua aturan itu, tidak disebutkan ada masa perbaikan berkas permohonan untuk sengketa Pilpres.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mengungkapkan jawaban yang sudah disampaikan KPU masih merujuk pada berkas permohonan sengketa PHPU awal yang diajukan kubu Prabowo sebelum perbaikan. Pada permohonan awal yang diserahkan 24 Mei 2019 silam, kubu Prabowo hanya fokus di tiga hal, yaitu 17,5 juta daftar pemilih janggal versi kubu Prabowo, Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng), dan tudingan KPU menghilangkan daftar hadir dalam formulir C7.
 
KPU belum akan menanggapi dalil-dalil kubu Prabowo yang baru diajukan dalam berkas perbaikan, seperti dalil yang mempermasalahkan jabatan calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin di Bank Syariah, dalil mengenai penggelembungan 22 juta suara untuk paslon 01, hingga petitum yang meminta komisioner KPU diberhentikan.
 
(Baca juga:Dalil Kubu Prabowo Soal Pelibatan ASN Bukan Kewenangan KPU)
 
"Kami tidak menanggapi permohonan yang perbaikan, jadi jawaban kami itu masih merujuk pada permohonan yang tanggal 24 Mei," ujar Pram.
 
Namun, dia mengaku, pihaknya menyerahkan kepada MK apakah akan menerima berkas perbaikan permohonan kubu Prabowo atau tidak. Jika menerima, maka KPU akan kembali menyiapkan jawaban dan alat bukti untuk dalil-dalil yang baru diajukan dalam berkas perbaikan permohonan.
 
Sidang perdana Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pemilihan Presiden (Pilpres) digelar hari ini, Jumat, 14 Juni 2019. Sidang rencananya akan berlangsung mulai pukul 09.00 WIB.
 
Juru Bicara MK Fajar Laksono mengatakan, agenda sidang hari ini ialah memeriksa kelengkapan dan kejelasan permohonan pemohon. Adapun pemohon dalam hal ini ialah capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
 
"Setelah kemarin menyerahkan permohonannya kemudian di registrasi di dalam sidang itu pemohon diberikan kesempatan untuk menyampaikan pokok-pokok permohonannya di depan persidangan," kata Fajar di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis, 13 Juni 2019.
 
Fajar mengatakan, di muka persidangan, pemohon nantinya akan menyampaikan pokok permohonan di depan pihak terkait, dalam hal ini pihak capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Kemudian termohon yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan pihak pemberi keterangan ialah Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
 

 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif