Presiden Joko Widodo - MI/Ramdani.
Presiden Joko Widodo - MI/Ramdani.

Jokowi Diminta Fokus Memberikan Kursi Menteri untuk Partai Koalisi

Pemilu kabinet jokowi presiden jokowi
Candra Yuri Nuralam • 02 Juli 2019 07:51
Jakarta: Pengamat Politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komarudin mengatakan pemerintah hanya perlu fokus memberikan kursi kabinet kepada partai koalisi Pilpres 2019. Oposisi tak perlu dipikirkan.
 
"Kalau beroposisi ya tanpa kursi kabinet. Partai oposisi itu harus di luar pemerintahan. Kalau masuk kursi kabinet ya bukan oposisi," kata Ujang saat dihubungiMedcom.id, Selasa, 2 Juli 2019.
 
Ujang mengatakan pemberian kursi kabinet harus kepada pihak yang menuruti pemerintah. Hal itu sangat tidak sesuai jika oposisi yang notabene bertentangan dengan pemerintah ada dalam jajaran kabinet.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski, partai oposisi seperti Gerindra mempunyai banyak suara dan berada di posisi lima besar dalam Pileg 2019. Hal itu, kata dia, tidak berpengaruh.
 
(Baca juga:Jokowi Tetap Butuh Oposisi)
 
Jika Gerindra tetap bertentangan dengan pemerintah, tak perlu ada pembagian kursi kabinet. "Jika oposisi merapat ke pemerintah dan ada dalam kabinet bukan lagi menjadi partai oposisi. Tapi sudah menjadi partai koalisi pemerintah. Menarik gerbong oposisi ke koalisi 01 itu penting," ujar Ujang.
 
Namun, segala kemungkinan bisa terjadi. Gerindra, bisa saja bergabung dengan pemerintah saat nantinya Jokowi melakukan rekonsiliasi dengan pentolan Gerindra, Prabowo Subianto.
 
Jika Prabowo memutuskan untuk bergabung, Jokowi perlu memikirkan kursi kabinet untuk Gerindra. Namun, Gerindra sudah bukan lagi oposisi dan harus tunduk dengan pemerintah.
 
"Jika ingin rekonsiliasi ya harus memberi kursi kabinet ke oposisi, sharing power. Tak ada rekonsiliasi jika kabinet tidak dibagi kepada pihak oposisi," tutur Ujang.

 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif