Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Djoko Santoso. Foto: Whisnu Mardiansyah
Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Djoko Santoso. Foto: Whisnu Mardiansyah

BPN Siap Mental dan Fisik Hadapi Kemungkinan Terburuk

Pemilu bpn pilpres 2019
Whisnu Mardiansyah • 24 April 2019 23:14
Jakarta: Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Djoko Santoso mengklaim telah terjadi kecurangan di Pemilihan Presiden 2019. Untuk menyikapi ini, ia mengajak para pendukung bersiap atas segala kemungkinan.
 
"Saudara-saudara sekalian, artinya kita harus menyiapkan diri pikiran mental fisik untuk menghadapi situasi yang paling jelek. Kita harus hadapi," kata Djoko saat acara Syukuran Relawan Prabowo-Sandi di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Rabu 24 April 2019.
 
Mantan Panglima TNI itu mengatakan dari hasil penghitungan internalnya, pasangan Prabowo-Sandi unggul. Ia kembali mengklaim ada kecurangan yang menggembosi suara Prabowo-Sandi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Itulah Prabowo-Sandi menyatakan kemenangan setelah dicurangi. Kalau enggak dicurangi bisa 75–80 persen," ucap Djoko.
 
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian meminta masyarakat menjaga suasana kondusif pasca Pemilu 2019. Tito memastikan pihak-pihak yang mengganggu stabilitas keamanan bakal ditindak tegas.
 
"Yang akan mengganggu stabilitas, keamanan, ketertiban masyarakat maka Polri dan TNI kami sudah sepakat, ada Bapak Panglima (Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto) untuk menindak tegas dan tidak mentolerir," kata Tito di kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenkopolhukam), Kamis, 18 April 2019.
 
Untuk itu, Tito meminta masyarakat tidak melakukan mobilisasi massa. "Saya mengimbau kepada pihak mana pun untuk tidak melakukan mobilisasi baik merayakan kemenangan atau ketidakpuasan," kata Tito.
 
Dia meminta semua pihak menunggu proses penghitungan suara yang dilakukan KPU. "Kita hargai proses yang ada sambil tidak ada yang melakukan langkah-langkah inkonstitusional apalagi yang bertujuan mengganggu stabilitas," ujar Tito.
 

(ADN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif