Ma'ruf Amin Minta Publik Tak Menafikan Prestasi Jokowi

Whisnu Mardiansyah 11 November 2018 04:17 WIB
Jokowi-Ma`ruf
Maruf Amin Minta Publik Tak Menafikan Prestasi Jokowi
Calon wakil presiden nomor urut satu KH Ma'ruf Amin menyampaikan kata sambutan pada acara deklarasi dukungan Barisan Nusantara. Foto: MI/Pius Erlangga.
Jakarta: Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin meminta publik tak menafikan pencapaian dan prestasi pemerintahan Joko Widodo selama empat tahun terakhir. Kata Ma'ruf, orang yang tak bisa mengakui kinerja Presiden Jokowi tak ubahnya 'orang buta' dan 'orang tuli', terminologi  lazim digunakan di Alquran.

Secara fisik, jelasnya, prestasi Jokowi terlihat secara nyata seperti pembangunan infrastruktur di seluruh penjuru Tanah Air. Begitu pula di bidang pendidikan, mantan Wali Kota Sola itu sudah mengeluarkan Kartu Indonesia Pintar (KIP). Di bidang kesehatan, Jokowi juga telah mengeluarkan Kartu Indonesia Sehat (KIS).


"Itu sudah jelas bisa dilihat dan didengar. Jadi kalau ada yang menafikan, tak mau melihat kenyataan itu, tak mau mendengar kenyataan itu, kan jadinya seperti orang buta, orang budek yang tak mau melihat kenyataan, mendengar informasi soal prestasi itu," beber Ma'ruf kepada wartawan, Sabtu, 10 November 2018. 

Ma'ruf hanya ingin meluruskan pernyataannya terkait orang buta dan tuli, dia tak bermaksud menuduh siapa pun. "Saya cuma bilang, kalau ada yang yang menafikan kenyataan, yang tak mendengar dan melihat prestasi, nah sepertinya orang itu yang dalam Alquran disebut ummum, bukmun, 'umyun. Budek, bisu, dan tuli," beber Ma'ruf.

Secara tegas, pernyataannya soal buta dan tuli lantaran banyak pihak yang sengaja tak mengakui hasil, kinerja, dan prestasi Jokowi. Ucapan itu pun tak bermaksud mengejek fisik seseorang.

"Artinya orang yang tak mendengar, orang yang tak mau melihat, yang tak mau mengungkapkan kebenaran itu namanya bisu, budek, buta. Jadi itu bahasa 'kalau' ya. Saya tak menuduh orang atau siapa-siapa. Saya heran, kenapa jadi ada yang tersinggung," lanjutnya.

"Tak ada konteks buta (fisik). Saya cuma bilang, yang tak mengakui itu seperti orang buta karena tak mau melihat. Seperti orang budek karena tak mau mendengar. Seperti orang bisu yang tak mau ungkapkan kebenaran. Itu saja sebenarnya. Kalimat itu juga biasa bunyi di Alquran," urai Kiai Ma'ruf.

Dalam peresmian rumah relawan Barisan Nusantara (Barnus), di Jalan Cempaka Putih Timur, Nomor 8, Jakarta Pusat, Sabtu 10 November 2018. Kiai Ma'ruf menyebut Jokowi telah berhasil membuat daerah semakin maju, hanya orang yang 'budek dan buta' yang tak menyadari prestasi tersebut.

"Orang yang sehat bisa lihat kelas prestasi yang ditorehkan, kecuali orang budek dan buta yang tak bisa melihat dan mendengar realitas kenyataan," kata Kiai Ma'ruf.



(HUS)

metro tv
  • OpsiOpsi
  • kick andyKick Andy
  • economic challengesEconomic Challenges
  • 360360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id